Usut kasus dugaan pembunuhan waria di Kotamobagu - Tim Labfor Makassar Olah TKP Ayu Salon

 


Kotamobagu, KOMENTAR - Misteri kematian Bayu ‘Ayu’ Abdullah Basalamah (47), wanita pria (waria) yang diduga kuat tewas akibat dibunuh, terus didalami pihak kepolisian. Tidak tanggung-tanggung, sebuah tim dari Laboratorium Forensik (Labfor) Makassar sengaja didatangkan ke lokasi kejadian, Ayu Salon di Jalan Datoe Binangkang Kelurahan Kotamobagu, Kecamatan Kotamobagu Barat, Rabu (19/06) kemarin.
Tim Labfor Makassar ini, sengaja didatangkan oleh Polda Sulut guna mem-backup tugas Polres Bolmong, melakukan indentifikasi sekaligus mengumpulkan bukti-bukti seputar dugaan pembunuhan terhadap Ayu –sapaan akrab waria alias banci yang ditemukan tak bernyawa pada Senin (17/06) lalu, di dalam salonnya.
Penyelidikan oleh tim Labfor ini didampingi langsung Kasat Reskrim Polres Bolmong, AKP Iverson Manosso.

Sebagaimana dipantau Komentar, seluruh bagian salon yang tempatnya hanya berjarak sekitar 25 meter dari Tugu Perjuangan (bundaran Paris, red) itu, ditelisik oleh tim Labfor. Termasuk sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan tewasnya Ayu.
Kasat Reskrim Polres Bolmong, AKP Iverson Manosso menjelaskan, bukti yang ditemukan nantinya akan dibawa ke Labfor di Makassar. “Tujuannya nanti, akan lebih mempermudah penyidik untuk melakukan penyelidikan soal meninggalnya korban,” katanya.
Di sisi lain, menurut dia, pihaknya juga tengah melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap kasus yang mengundang perhatian warga tersebut. “Beri waktu kami untuk bekerja. Dipastikan hasil uji Laboratorium Forensik akan secepatnya bisa mengungkap siapa pelaku pembunuh Ayu,” terangnya, optimistis.
Dari tim Labfor yang didatangkan dari Makassar berjumlah tiga orang. Ditambah dengan tim dari Polda Sulut dan tim identifikasi Polres Bolmong. “Jika cepat selesai untuk pengambilan alat bukti di TKP, tentu akan lebih cepat untuk kita bekerja. Sebab alat bukti yang dibawa semua berdekatan dengan korban,” tambah Iverson kemudian.
Pun pihak keluarga korban usai dimintai keterangan saat berada di lokasi berharap, agara polisi secepatnya mengungkap siapa pelaku pembunuhan. “Kami sangat berharap secepatnya untuk diungkap siapa pelaku pembunuh Ayu,” ujar Ghatan Basalama, adik kandung korban.
Sementara itu, pasca ditemukannya Ayu Basalama yang tak lain adalah pemilik ‘Ayu Salon’ pada Senin lalu itu, suasana salon yang berada di Jalan Datoe Binangkang terlihat sepi. Bahkan selang tiga hari terakhir, salon tersebut tampak masih tertutup bagi pengunjung. Yang ada hanya warga yang masih penasaran dan yang hanya mencari tahu motif terbunuhnya Ayu Basalama.
Clara, teman korban menuturkan, biasanya salon dibuka mulai pukul 08.00 pagi dan tutup di kisaran jam 21.00 WITA. Itupun jika masih buka, kata Clara, mungkin sudah tidak menerima pengunjung karena batas kerja karyawan sering terbatas. “Biasanya salon buka pagi. Jam delapan harus bersih-bersih dulu. Dan kalau malam biasanya ditutup jam sembilan. Tapi sekarang salonnya tidak tahu mau bukan kapan. Itupun nanti menunggu dari pihak keluarga,” kata Clara yang mengaku bekerja di ‘Ayu Salon’.(cop)

Add comment


Security code
Refresh

Written by Opex

News Most Viewed

Peringati HUT ke-80 ...

Manado, KOMENTAR - Selasa (30/09) ini ...

ARTI SEBUAH KEMERDEKAAN ...

Baru-baru ini bangsa Indonesia merayakan ...

DPRD bakal gelar agenda ...

Manado, KOMENTAR - Walikota Manado Dr GS ...

Lantik 212 pejabat, ...

 


Manado, KOMENTAR - Masih ingat tokoh ...

Diknas Sulut Genjot Jiwa ...

Manado, KOMENTAR - Peduli untuk mengangkat ...

Warga Tagih Janji PT MMP

SUDAH setahun menjalankan aktivitas di ...

Locations

  • Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  
  • (0431) 879799

Gallery

      DAS KOTOR: Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan melakukan pemantauan ke DAS Tondano di Kecamatan Sario, kemarin. Dalam pemantauan, wawali menemukan tumpukan sampah di areal DAS tersebut. Belakangan, wawali semakin intens turun lapangan untuk memantau kebersihan dalam rangka penilaian tahap pertama Adipura. Sedangkan Camat Sario diminta lebih pro aktif memantau sektor kebersihan dan keamanan wilayah.(*)