Distribusi Elpiji Tiga Kilogram Masih Bermasalah

 


Manado, KOMENTAR - Kelangkaan elpiji tiga kilogram yang dirasakan masyarakat beberapa pekan terakhir ini, ternyata tak lepas dari buruknya sistem distribusi maupun pengawasan yang dilakukan pihak Pertamina dan pemerintah.
Anggota IV, BPK-RI, Ali Masykur Musa dalam kunjungannya ke Propinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (12/04) kemarin, melihat bahwa persoalan distribusi elpiji tiga kilogram di Sulut harus lebih diperhatikan guna menjamin barang bersubsidi ini tersedia dan sampai ke tingkat konsumen.
“Pendataan juga harus disiapkan, guna menjamin siapa yang paling berhak mendapatkan elpiji tiga kilogram. Langkah ini dilakukan guna menjamin programnya lebih tepat sasaran dan dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Pengawasan pun harus lebih ditingkatkan, terutama dalam menghadapi ulah oknum-oknum tak bertanggung jawab yang melakukan penyulingan elpiji tiga kilogram sebagai barang bersubsidi menjadi elpiji 12 kilogram.
“Perbedaan harga antara gas elpiji tiga kilogram dan elpiji 12 kilogram, ternyata membuka ruang maraknya aksi penyulingan. Pengawasan harus lebih ditingkatkan dan segala bentuk penyalahgunaannya harus ditindak tegas,” pungkasnya.(fly)

Add comment


Security code
Refresh

Written by Opex

News Most Viewed

Kemenag Segera Proses ...

Manado, KOMENTAR - Kepala Bidang (Kabid) ...

ARTI SEBUAH KEMERDEKAAN ...

Baru-baru ini bangsa Indonesia merayakan ...

Dana Bantuan Bencana ...

 


Manado, KOMENTAR - Walikota Manado Dr ...

Banggar-TAPD rapat ...

 


Manado, KOMENTAR - Undang-undang ...

Siswa SMA/SMK Diimbau ...

Manado, KOMENTAR - Pengumuman kelulusan ...

Tenaga Kerja Sulut Tidak ...

 


PEMBERLAKUAN Masyarakat Ekonomi ASEAN ...

Locations

  • Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  
  • (0431) 879799

Gallery

      DAS KOTOR: Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan melakukan pemantauan ke DAS Tondano di Kecamatan Sario, kemarin. Dalam pemantauan, wawali menemukan tumpukan sampah di areal DAS tersebut. Belakangan, wawali semakin intens turun lapangan untuk memantau kebersihan dalam rangka penilaian tahap pertama Adipura. Sedangkan Camat Sario diminta lebih pro aktif memantau sektor kebersihan dan keamanan wilayah.(*)