Pendidikan

Pembelajaran Interaktif Tingkatkan Minat Belajar Siswa

PENASIHAT Khusus dan Hukum Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Taufikurachman Saleh mengatakan model pembelajaran interaktif dapat meningkatkan minat siswa untuk belajar.
“Model pembelajaran yang diperlukan pada masa yang akan datang adalah pembelajaran interaktif, yang dapat meningkatkan minat belajar siswa,” ujar Taufik dalam acara seminar dan peluncuran Casio Eco Friendly Projector di Jakarta, baru-baru ini.
Interaksi antara pengajar dan siswa, sambungnya, membuat proses belajar-mengajar menjadi dinamis dan tidak satu arah.
Proses belajar-mengajar satu arah atau siswa tidak dilibatkan sudah ketinggalan zaman dan membosankan.
Dalam hal itu, tenaga pengajar harus mempunyai semangat untuk terus belajar. “Penerapan teknologi dalam pendidikan sangat diperlukan.”
Salah satu teknologi yang diperlukan dalam model pembelajaran interaktif adah proyektor.
“Proyektor juga menjadi sarana utama di dalam proses belajar-mengajar, apalagi seirama dengan penerapan Kurikulum 2013,” terang dia.
Peran proyektor sangat membantu siswa dalam melihat langsung visualisasi dari mata pelajaran yang dipelajari seperti biologi, fisika, kimia, hingga seni budaya.(ant)

 

KUI Unsrat Tuan Rumah International Student Conference

Manado, KOMENTAR - Bertujuan untuk menginformasi dan mendidik para mahasiswa tentang kepentingan menjaga biodiversitas yang ditinjau dari sudut pandang kesehatan manusia, berikut hilangnya biodiversitas yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan manusia secara signifikan, maka dalam waktu dekat ini bakal dilaksanakan International Student Conference 2014.
Diungkapkan Direktur Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Sam ratulangi (Unsrat) Prof Dr Ir Dantje Sembel BAgr SC, melalui Sekretaris KUI, Dr Wiske Rotinsulu, bahwa konferensi ini dimaksudkan menjadi ajang pelatihan bagi mahasiswa dari universitas-universitas di Indonesia dan mahasiswa-mahasiswa dari Jerman untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam mengkomunikasikan ide-ide mereka melalui presentasi karya tulis ilmiah dan poster. “Para mahasiswa akan dilatih untuk menyediakan kesan ilmiah dalam penulisan karya tulis ilmiah dan poster untuk mengembangkan keterampilan profesional yang berhubungan dengan presentasi ilmiah secara formal. Selanjutnya mereka diharapkan mampu untuk mengembangkan cara untuk berbicara dan berkomunikasi secara efektif dalam ruang lingkup akademik,” ungkapnya.
Lanjut kata dia, konferensi akan diselenggarakan oleh Unsrat dengan didukung oleh IGN-TTRC (Indonesian-German Network for Teaching, Training, and Research Collaborations) dengan pendanaan oleh DAAD. “Konferensi ini akan diikuti oleh wisata ilmiah selama dua hari ke Bunaken tanggal, tepatnya pada 27 Agustus 2014 dan Cagar Alam Tangkoko pada tanggal 28 Agustus 2014 mendatang,” ujarnya.
Pada konferensi ini, akan dihadirkan sejumlah pembicara, antara lain, Prof Dr Wolfgang Nellen  dari Departement of Genetics, Kassel University Germany serta Prof Dr Friedrich W Herberg dari Departement of Biochemistry, Kassel University Germany, Leenawaty Limantara MSc PhD dari Ma Chung University, Indonesia, Prof Fatchiyah Fatah MKes PhD dari Brawijaya University, Malang-Indonesia. Selanjutnya, Prof Dr Gunter Backes dari Departemen of Ecological Plant Breeding and Agrobiodiversity, Kassel University Germany, Dr Yekti Asih Purwestri SSi MSi dari Departement of Biology, Gadjah Mada University Indonesia dan Prof Dr Andreas Vilcinskas dari Institute of Phytopathology and Applied Zoology, Justus-Liebig-University of Giessen Germany. “Untuk peserta dari mahasiswa, yang menyatakan akan ikut masing-masing untuk kegiatan presentasi dan poster, yakni Universitas Airlangga, Surabaya, ada empat mahasiswa, Universitas Andalas, Padang tiga mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang dua mahasiswa, Universitas Jember, lima mahasiswa, Universitas Padjadjaran, Bandung empat mahasiswa, Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur dua mahasiswa, Kassel Universität German empat mahasiswa dan Unsrat ada 12 mahasiswa,” bebernya.(eda)

Wujudkan kota modern - Pemkot Manado Bakal Libatkan Akademisi Unsrat

Manado, KOMENTAR - Walikota Manado, Dr GS Vicky Lumentut DEA, berkomitmen untuk menjadikan Kota Manado sebagai kota modern dan menyenangkan. Tak tanggung-tanggung untuk merealisasikan mimpi besar tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado bakal menjalin kerjasama dengan akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).
“Beberapa waktu lalu, saya berjumpa dengan Ibu Rektor untuk membicarakan tentang kerjasama antara Pemkot Manado dengan  Unsrat dalam berbagai ilmu untuk dilakukan penelitian. Selanjutnya, hasil dari penelitian akan diberikan untuk pembangunan yang lebih baik. Baik dari aspek teknik, sosial dan budaya,” ungkap Lumentut di sela-sela pelantikan 543 wisuda yang meliputi program sarjana, profesi, spesialis, magister dan doktor Unsrat yang digelar melalui rapat senat terbuka, di auditorium Unsrat Kamis (21/08).
Lanjut kata Lumentut, sebelum proses kerjasama dilangsungkan, Pemkot Manado bakal meminta paying hokum dari Pemerintah Propinsi Sulut. Dan selanjutnya tinggal diaplikasikan oleh Pemkot Manado maupun kabupaten/kota lainnya. “Kami akan minta payung hukum dari pemerintah propinsi. Selanjutnya akan diteruskan ke kabupaten/kota untuk diimplimentasikan,” tandasnya.
Ditambahkan Lumentut, untuk menjadikan Manado sebagai kota modern, akan dibutuhkan pemikiran maupun ide-ide cemerlang dari kalangan akademisi. Terutama pada proses pengelolaannya. “Ini yang menjadi harapan kami, akademisi Unsrat dapat meresponnya,” ujarnya.
Menariknya, pada kepemimpinan Rektor Unsrat yang baru, Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA, Lumentut mengatakan bahwa Pemkot Manado akan memberikan dukungan penuh. Hal itu bakal diapresiasi dengan men-support Unsrat dari sisi pengembangan pendidikan maupun peningkatan sarana dan prasarana, berikut terciptanya keamanan dan kenyamanan di kampus. 
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Propinsi Sulut, Asiano Gammy Kawatu SE MSi, dalam kesempatan yang sama menyampaikan agar Unsrat dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas. Bukan sekedar menjadi sarjana semata. “Unsrat merupakan sokoguru dari perguruan tinggi di Sulut. Karena itu, Unsrat harus dapat menghasilkan sarjana yang paripurna yang mampu melakukan terobosan,” tukasnya.
Lebih jauh, Kawatu menegaskan bahwa rencana Pemkot Manado untuk bekerja-sama dengan Unsrat akan ditindaklanjuti. “Akhir bulan ini, atau paling lambat awal September 2014, kerjasama akan dilakukan,” tukasnya.
Atas rencana tersebut, Kumaat menaggapinya secara positif. Menurutnya, sebagai barometer pendidikan, Unsrat membutuhkan jaringan kerjasama. Terutama untuk meningkatkan pembangunan di Bumi Nyiur Melambai ini. “Unsrat memliku 1.710 dosen dan 25 ribu mahasiswa. Ini merupakan aset untuk kemajuan daerah ini,” tandasnya.(eda)

Mahasiswa T2 Pertanyakan Program Regso FEB Unsrat

Manado, KOMENTAR - Kebijakan Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang menerapkan program regular sore (regso), khususnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) pada program studi Manajemen dipertanyakan. Pasalnya, sejumlah mahasiswa yang dinyatakan lulus jalur Tumou Tou (T2), tidak dapat mengikuti program tersebut.
“Kami merasa keberatan, sebab sebagai karyawan kami tidak mendapat kesempatan untuk mengikuti program regular sore. Pimpinan Unsrat tidak memberi persetujuan bagi kami untuk pindah,” ungkap sumber kepada koran ini.
Masih kata sumber, yang lebih mengecewakan, ketika melakukan tatap muka dengan Dekan FEB Unsrat maupun Kepala Biro yang ada, tidak dapat memberikan alasan dan dasar yang jelas atas kebijakan atau pun larangan pindah program. “Ironis di tahun-tahun sebelumnya akses untuk masuk pada program regular sore dibuka bagi siapa saja yang berstatus sebagai karyawan atau pegawai yang berkeinginan untuk studi tetapi terkendala dengan waktu,” tutur sumber kembali.
Lanjut kata sumber, bahwa mereka menuntut transparansi  atas kebijakan yang terkesan mendadak dan tidak adil. “Kebijakan ini sangat menjebak, karena diketahui setelah pengumuman kelulusan T2. Artinya, tanpa melakukan sosialisasi Unsrat telah mengambil kebijakan yang merugikan,” tandasnya.
Ketika hal ini dikonfirmasikan pada Dekan FEB Unsrat, Prof Dr David PE Saerang MCom (Hons) mengatakan bahwa penerimaan program regular sore quotanya hanya 150 mahasiswa, dengan rincian 75 untuk Manajemen dan 75 Akuntansi. “Bagi calon mahasiswa yang telah diterima di program pagi, tidak bias pindah ke sore. Namun, jika ada keinginan untuk pindah sore, penentunya adalah Rektor Unsrat bukan di fakultas,” tukasnya.
Sebelumnya, ungkap Saerang, bagi mahasiswa yang diterima program pagi, diwajibkan untuk menjalani perkuliahan selama setahun, setelah itu dapat mengajukan pindah pada regso.(eda)

Siswa SMA/SMK Diimbau tak Terjebak Suasana Kelulusan

Manado, KOMENTAR - Pengumuman kelulusan siswa tingkat SMA/SMK secara serentak disampaikan Selasa (20/05) hari ini. Menariknya, untuk mengantisipasi berbagai hal yang tak diinginkan, seperti corat-coret seragam, minuman keras ataupun konvoi yang mengakibatkan kemacetan, sekolah-sekolah menyiasatinya dengan mengundang orang tua secara langsung.

News Most Viewed

Peringati HUT ke-80 ...

Manado, KOMENTAR - Selasa (30/09) ini ...

ARTI SEBUAH KEMERDEKAAN ...

Baru-baru ini bangsa Indonesia merayakan ...

DPRD bakal gelar agenda ...

Manado, KOMENTAR - Walikota Manado Dr GS ...

Lantik 212 pejabat, ...

 


Manado, KOMENTAR - Masih ingat tokoh ...

Diknas Sulut Genjot Jiwa ...

Manado, KOMENTAR - Peduli untuk mengangkat ...

Warga Tagih Janji PT MMP

SUDAH setahun menjalankan aktivitas di ...

Locations

  • Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  
  • (0431) 879799

Gallery

      DAS KOTOR: Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan melakukan pemantauan ke DAS Tondano di Kecamatan Sario, kemarin. Dalam pemantauan, wawali menemukan tumpukan sampah di areal DAS tersebut. Belakangan, wawali semakin intens turun lapangan untuk memantau kebersihan dalam rangka penilaian tahap pertama Adipura. Sedangkan Camat Sario diminta lebih pro aktif memantau sektor kebersihan dan keamanan wilayah.(*)