Pendidikan

LPMP Sulut Siapkan Empat Lokasi Seleksi CPNS

Manado, KOMENTAR - Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Propinsi Sulawesi Utara (Sulut) sebagai koordinator Uji Kompetensi Guru (UKG) di Bumi Nyiur Melambai ini, telah mempersiapkan sedikitnya empat Tempat Ujian Kompetensi (TUK) yang nantinya akan digunakan dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) secara online.
Dikatakan Kepala LPMP Propinsi Sulut, Drs Johny Runtuwene DEA, kesiapan LPMP Sulut ini didasarkan pada hasil rapat koordinasi antara Kementerian Penerapan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (PAN-RB) melalui Badan Pengembangan Mutu Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK dan PMP) yang dilakukan beberapa kali di tingkat pusat sebelumnya. “Penetapan lokasi ini sudah melalui koordinasi dengan pusat,” jelas Runtuwene.
Di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), LPMP Sulut selama tiga tahun berturut-turut, yakni sejak 2012, 2013 dan 2014 telah berhasil menggunakan fasilitas UKG untuk digunakan ujian online bagi para guru. “Fasilitas UKG ini sebelumnya telah digunakan, sehingga dari sisi pelaksanaan ujian yang dilakukan secara online sudah teruji,” ungkap Runtuwene.
Secara total di 15 kabupaten/kota, sebenarnya tersedia sekitar 25 TUK yang bisa dijadikan sebagai tempat ujian oleh  pemerintah setempat. Di mana penggunaan CAT UKG ini, memiliki sejumlah manfaat antara lain, fasilitas telah siap pakai sehingga tidak memerlukan investasi pengadaan komputer yang mahal, tenaga operator yang terlatih di masing-masing TUK serta memudahkan peserta untuk ikut ujian karena peserta dari kabupaten/kota lain tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi yang besar jika ujian dilaksanakan di Manado. “Dari 11 kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Utara, sementara ini hanya tercatat Kabupaten Kepulauan Sangihe yang telah berkoordinasi dengan LPMP Sulawesi Utara untuk menggunakan fasilitas CAT UKG ini.
Sementara itu, dikatakan Koordinator UKG LPMP Sulawesi Utara yang sekaligus juga menjadi Koordinator CAT Panselnas UKG di Sulawesi Utara, Febry HJ Dien ST M Inf Tech (Man), pelaksanaan ujian CPNS 2014, pusat telah menetapkan tujuh kementerian/lembaga pusat yang tercantum dalam Kemenpan-RB No 717 tahun 2014.
“Dalam waktu dekat ini akan dilakukan rapat koordinasi di tingkat propinsi antara LPMP Sulut dengan tujuh perwakilan kementerian/lembaga pusat di daerah ini beserta pemerintah kabupaten Kepulauan Sangihe untuk mempersiapkan teknis pelaksanaan demi suksesnya kegiatan ini,” tukasnya.
Diketahui, fasilitas CAT UKG di Sulut ini telah menetapkan tujuh kementerian/lembaga pusat yang akan menggunakan fasilitas UKG sebagai tempat penyelenggaraan Computer Assisted Test (CAT) Panselnas untuk seleksi CPNS 2014.
“Ketujuh kementerian/lembaga pusat tersebut di antaranya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, Kejaksaan Agung RI, BAWASLU dan Sekretariat KPU,” tutupnya.(eda)

 

UN Bukan Satu-satunya Penentu Kelulusan

KEPALA Badan Pengembangan SDM, Kebudayaan, dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kemendikbud, Syawal Gultom, menegaskan, Ujian Nasional (UN) bukan satu-satunya penentu kelulusan bila Kurikulum 2013 sudah diterapkan pada semua kelas (SD-SMP-SMA). ”Mungkin saja, UN berganti nama menjadi  UKP (Ujian Kompetensi Pengetahuan, red) atau Ujian Kompetensi Mutu, tapi kalau lulus UKP saja belum tentu bisa lulus sekolah,” katanya, setelah mencanangkan Sekolah Berbasis Standar Nasional Pendidikan (SB-SNP) di Universitas Negeri Malang, baru-baru ini.
Dia menjelaskan penilaian kompetensi siswa dalam Kurikulum 2013 ada tiga kompetensi yakni sikap, ketrampilan, dan pengetahuan.
Misalnya, siswa lulus UKP yang dulu disebut UN, tapi dia belum tentu bisa lulus sekolah kalau dia tidak lulus Ujian Kompetensi Sikap (UKS) dan Ujian Kompetensi Keterampilan (UKK). “Bahkan kalau dia lulus UKP dan UKK pun masih bisa tidak lulus kalau UKS-nya tidak lulus,” ujarnya.
Terkait Kurikulum 2013 (K-13) itu, UKP (dulu UN) akan memiliki dua fungsi yakni sebagai salah satu indikasi kompetensi/kelulusan siswa (bersama UKS dan UKK) dan juga sebagai “pemetaan” mutu sekolah dan mutu daerah.
“Diakui atau tidak, UKP yang bersifat nasional (hanya beberapa mata pelajaran) itu lebih objektif dibandingkan dengan penilaian dari ujian sekolah, sehingga pemerintah bisa memetakan mutu sekolah dan daerah secara objektif,” katanya.
Gultom juga menyampaikan rencana kementerian itu pada 2015 membuat indeks kelulusan siswa (indeks siswa), indeks kinerja guru (indeks guru), indeks efektivitas sekolah (indeks sekolah), indeks kepala sekolah, dan indeks pengawas.(ant)

Tingkatkan kompetensi kepsek dan pengawas - LPMP dan Australia Luncurkan Program Prodep

Manado, KOMENTAR - Termotivasi meningkatkan kompetensi kepala sekolah (kepsek) dan pengawas, Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Propinsi Sulut, meresponnya dengan meluncurkan program Profesional Development for Education Personnel (Prodep).
Diungkapkan Kepala LPMP Propinsi Sulut, Drs Johny Runtuwene DEA, program anyar ini mendapatkan dukungan dana dari pemerintah Australia yang direalisasikan dalam bentuk hibah. “Untuk Propinsi Sulut, ada lima kabupaten/kota yang mendapatkan luncuran program Prodep, yakni Tomohon, Kotamobagu, Minahasa Selatan, Talaud dan Minahasa Utara,” ungkapnya kepada koran ini.
Runtuwene yang turut didampingi koordinator penanggungjawab data, Febry Dien ST.
M Inf Tech (man) mengatakan bahwa program Prodep untuk kepsek dan pengawas secara teknis diberikan dalam bentuk pembinaan dan pelatihan. “Selain kepsek dan pengawas, program Prodep juga diperuntukkan bagi sejumlah pejabat teknis di lingkup Dinas Pendidikan, Badan Kepegawaian Daerah serta Kementerian Agama. Namun yang terpenting adalah mempersiapkan calon kepsek yang kompeten di bidangnya,” urai Runtuwene diiyakan Dien.
Sesuai rencana, program Prodep bakal dilaksanakan hingga Desember 2014. Di mana untuk tahapan pertama disiapkan untuk 32 orang pejabat, tahap kedua untuk 240 orang. “Sebelumnya telah dilaksanakan rapat koordinasi teknis pada tanggal 23 Agustus 2014 yang diikuti anggota DPR, Dinas Pendidikan Propinsi Sulut dan kabupaten/kota BKD dan Kementerian Agama yang menghadirkan pembicara dari Pustendik Kemendikbud, Dr Safruddin dan penanggungjawab program, Florence Panungkelan,” katanya.
Menariknya, dikatakan Runtuwene, program yang didanai pemerintah Australia ini, dapat dilaksanakan secara mandiri oleh kabupaten/kota, menyusul mulai bergesernya program peningkatan kompetensi calon kepsek (cakep) yang dewasa ini mulai diabaikan. Padahal, seorang kepsek sebelum menjabat sebagai pemimpin harus memiliki pengetahuan manajerial yang didapatkan melalui cakep. “Sebelum seorang kepsek mendapatkan kepercayaan untuk memimpin harus dibekali dengan program cakep. Namun sayangnya, hal ini mulai diabaikan. Nah, hal inilah yang harus dilakukan kembali,” tegasnya.(eda)

Pembelajaran Interaktif Tingkatkan Minat Belajar Siswa

PENASIHAT Khusus dan Hukum Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Taufikurachman Saleh mengatakan model pembelajaran interaktif dapat meningkatkan minat siswa untuk belajar.
“Model pembelajaran yang diperlukan pada masa yang akan datang adalah pembelajaran interaktif, yang dapat meningkatkan minat belajar siswa,” ujar Taufik dalam acara seminar dan peluncuran Casio Eco Friendly Projector di Jakarta, baru-baru ini.
Interaksi antara pengajar dan siswa, sambungnya, membuat proses belajar-mengajar menjadi dinamis dan tidak satu arah.
Proses belajar-mengajar satu arah atau siswa tidak dilibatkan sudah ketinggalan zaman dan membosankan.
Dalam hal itu, tenaga pengajar harus mempunyai semangat untuk terus belajar. “Penerapan teknologi dalam pendidikan sangat diperlukan.”
Salah satu teknologi yang diperlukan dalam model pembelajaran interaktif adah proyektor.
“Proyektor juga menjadi sarana utama di dalam proses belajar-mengajar, apalagi seirama dengan penerapan Kurikulum 2013,” terang dia.
Peran proyektor sangat membantu siswa dalam melihat langsung visualisasi dari mata pelajaran yang dipelajari seperti biologi, fisika, kimia, hingga seni budaya.(ant)

KUI Unsrat Tuan Rumah International Student Conference

Manado, KOMENTAR - Bertujuan untuk menginformasi dan mendidik para mahasiswa tentang kepentingan menjaga biodiversitas yang ditinjau dari sudut pandang kesehatan manusia, berikut hilangnya biodiversitas yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan manusia secara signifikan, maka dalam waktu dekat ini bakal dilaksanakan International Student Conference 2014.
Diungkapkan Direktur Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Sam ratulangi (Unsrat) Prof Dr Ir Dantje Sembel BAgr SC, melalui Sekretaris KUI, Dr Wiske Rotinsulu, bahwa konferensi ini dimaksudkan menjadi ajang pelatihan bagi mahasiswa dari universitas-universitas di Indonesia dan mahasiswa-mahasiswa dari Jerman untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam mengkomunikasikan ide-ide mereka melalui presentasi karya tulis ilmiah dan poster. “Para mahasiswa akan dilatih untuk menyediakan kesan ilmiah dalam penulisan karya tulis ilmiah dan poster untuk mengembangkan keterampilan profesional yang berhubungan dengan presentasi ilmiah secara formal. Selanjutnya mereka diharapkan mampu untuk mengembangkan cara untuk berbicara dan berkomunikasi secara efektif dalam ruang lingkup akademik,” ungkapnya.
Lanjut kata dia, konferensi akan diselenggarakan oleh Unsrat dengan didukung oleh IGN-TTRC (Indonesian-German Network for Teaching, Training, and Research Collaborations) dengan pendanaan oleh DAAD. “Konferensi ini akan diikuti oleh wisata ilmiah selama dua hari ke Bunaken tanggal, tepatnya pada 27 Agustus 2014 dan Cagar Alam Tangkoko pada tanggal 28 Agustus 2014 mendatang,” ujarnya.
Pada konferensi ini, akan dihadirkan sejumlah pembicara, antara lain, Prof Dr Wolfgang Nellen  dari Departement of Genetics, Kassel University Germany serta Prof Dr Friedrich W Herberg dari Departement of Biochemistry, Kassel University Germany, Leenawaty Limantara MSc PhD dari Ma Chung University, Indonesia, Prof Fatchiyah Fatah MKes PhD dari Brawijaya University, Malang-Indonesia. Selanjutnya, Prof Dr Gunter Backes dari Departemen of Ecological Plant Breeding and Agrobiodiversity, Kassel University Germany, Dr Yekti Asih Purwestri SSi MSi dari Departement of Biology, Gadjah Mada University Indonesia dan Prof Dr Andreas Vilcinskas dari Institute of Phytopathology and Applied Zoology, Justus-Liebig-University of Giessen Germany. “Untuk peserta dari mahasiswa, yang menyatakan akan ikut masing-masing untuk kegiatan presentasi dan poster, yakni Universitas Airlangga, Surabaya, ada empat mahasiswa, Universitas Andalas, Padang tiga mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang dua mahasiswa, Universitas Jember, lima mahasiswa, Universitas Padjadjaran, Bandung empat mahasiswa, Universitas Mulawarman, Kalimantan Timur dua mahasiswa, Kassel Universität German empat mahasiswa dan Unsrat ada 12 mahasiswa,” bebernya.(eda)

News Most Viewed

Hadirkan Vaness Wu ...

Manado, KOMENTAR - Gereja Mawar Sharon siap ...

ARTI SEBUAH KEMERDEKAAN ...

Baru-baru ini bangsa Indonesia merayakan ...

Lobi walikota sukses, ...

Manado, KOMENTAR - Seperti diberitakan ...

Perjalanan Dinas luar ...

 


Manado, KOMENTAR - Kamis (28/08) ...

Disperindag Sulut Genjot ...

 


Dinas Perindustrian dan Perdagangan ...

Bakal dihadiri Menkes ...

Manado, KOMENTAR - Akhir Maret 2014 ini, ...

Locations

  • Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  
  • (0431) 879799

Gallery

      DAS KOTOR: Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan melakukan pemantauan ke DAS Tondano di Kecamatan Sario, kemarin. Dalam pemantauan, wawali menemukan tumpukan sampah di areal DAS tersebut. Belakangan, wawali semakin intens turun lapangan untuk memantau kebersihan dalam rangka penilaian tahap pertama Adipura. Sedangkan Camat Sario diminta lebih pro aktif memantau sektor kebersihan dan keamanan wilayah.(*)