Pendidikan

Program Induksi Siapkan Guru Pemula K13

Manado, KOMENTAR - Sejumlah tenaga pendidik asal Sulawesi Utara mendapat kesempatan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) program induksi yang bertujuan menyiapkan guru pemula untuk suksesnya implementasi Kurikulum 2013.
Dikatakan Kepala SD Kristen Tabita 2 Manado, Jooke Lendo SPd MSi, Olga M Wahani SPd MPd yang adalah Kepala SDN 1 Manado,  A Sendow SPd MPd yang adalah pengawas Minahasa Utara, E Supit SPd MPd pengawas Minahasa Selatan dan Jemy Nongka SPd guru SD Inpres Mapanget Barat, bahwa program induksi adalah kegiatan orientasi pelatihan di tempat kerja. “Sebagai peserta kami dilatih untuk menjadi pendamping guru juga menjadi pendamping pelatih guru terhadap rencana dan proses pembelajaran,” ujar Lendo turut diiyakan lainnya.
Lanjut kata dia, tujuan bimtek ini agar peserta dapat memahami konsep program induksi bagi guru pemula (PGIP) dan strategi implementasinya, penerapan dalam pembimbingan guru pemula SD. Selain itu, dapat memahami jenis-jenis kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan guna menyiapkan program induksi bagi guru pemula SD serta melaksanakan bimbingan bagi guru pemula SD, berikut menilai kinerja guru pemula SD.
“Kegiatan ini sepenuhnya dilaksanakan Direktorat P2TK Kemendikbud tahun 2014, melalui kegiatan bimtek penilaian tim penilai program induksi PTK SD. Kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud untuk melengkapi para peserta bimtek untuk melaksanakan penilaian kepada guru pemula, khususnya yang baru diangkat sebagai CPNS,” jelas Lendo.
Lebih jauh kata dia, penilaian yang disampaikan dalam materi sebagai satu syarat bagi guru pemula menjadi PNS 100 persen. Disamping itu diklat prajabatan. “Penilaian ini berupaa penilaian kinerja guru pemula. Oleh karena itu peserta pelatihan ini di undang perwakilan setiap propinsi untuk menjadi penilai kinerja guru pemula di propinsi masing-masing. Dan sekembalinya dari bimtek, para peserta akan melaksanakan kegiatan ini di daerah,” tukasnya.
Diketahui, kelima peserta yang dipercayakan ini nantinya akan mensosialisasikan ke seluruh kabupaten/kota yang ada di Bumi Nyiur Melambai. Karenanya, bagi peserta tentunya akan melaksanakan tindak lanjut, dan akan menunggu jadwal yang akan ditentukan oleh kepala Dinas Pendidikan Nasional Propinsi Sulut. Mengingat guru pemula perlu dibimbing oleh pembimbing yang profesional agar mereka menjadi guru yg profesional. Di mana pembimbingan terdiri atas kepala sekolah, pengawas dan guru pembimbing untuk mendapatkan pembimbing yang profesional. “Oleh karena itu kelima peserta yang telah diutus oleh propinsi telah dibekali berbagai wawasan dan pengetahuan tentang cara melaksanakan pembibingan untuk menilai kinerja guru pemula,” tukasnya sembari menambahkan bahwa kebijakan program induksi bagi guru pemula dan pelaksanaan program induksi bagi guru pemula di kabupaten/kota yang ada di daerah ini mengacu pada perundang-undangan, yakni Permendikbud nomor 27 / 2010.(eda)

 

Wamen PU Meriahkan Dies Natalis Fatek Unsrat

DIES Natalis Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) ke-50 yang dilaksanakan di Manado Convention Centre, Jumat (11/09) berlangsung meriah dan istimewa. Tak tanggung-tanggung, di kesempatan yang penuh kekeluargaan ini, turut dihadiri Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU), Dr Ir Hermanto Dardak MSc.
Dalam penyampaian pidatonya, Hermanto banyak memberikan motivasi bagi seluruh keluarga besar Fatek Unsrat yang telah melahirkan lulusan berkualitas.
Tak itu saja, Hermanto juga mengungkapkan bahwa sejumlah mega proyek yang telah direncanakan untuk dikerjakan di Bumi Nyiur Melambai, dalam waktu dekat ini akan direalisasikan.
Menariknya, Walikota Manado Dr Vicky Lumentut MSi DEA yang dipercayakan sebagai ketua panitia Dies Natalis melaporkan bahwa untuk meriahnya kegiatan telah digelar berbagai lomba yang meliputi seminar, pertandingan Bridge Pat Kawan terbuka, tennis meja, tennis lapangan, catur dan lomba lari Manado 10 kilometer.
Selain itu, dalam momen yang turut dihadiri sejumlah mantan dekan seperti Ir Leon Taulu, Ir WS Ratumbanua, Prof Ir Bonny Sompie MS, Ir RJM Mandagi MSi, Ir JD Pangouw MSc dan Prof Dr Ellen Joan Kumaat MSc DEA ini juga dibagikan buku 50 tahun Fatek Unsrat.
Selanjutnya, Dekan Fatek Unsrat, Dr Ir Jefrey Kindangen DEA, mengajak seluruh civitas akademika Fatek Unsrat maupun alumni untuk tetap menjunjung tinggi kerjasama dan komitmen untuk Fatek yang lebih baik. “Terima kasih pada para pendiri dan para pimpinan Fakultas Teknik Unsrat yang telah berperan meletakkan dasar-dasar utama sehingga dapat berkembang seperti sekarang ini,” ujarnya sembari menambahkan bahwa Fatek Unsrat akan terus mengalami perkembangan baik dari penelitian hingga pembangunan fisik.
Sementara itu, Rektor Unsrat, Prof Dr Ellen Joan Kumaat MSc DEA mengajak seluruh civitas akademika Fatek Unsrat agar menaikkan akreditasnya menjadi A. Sehingga visi dan misi menjadikan Fatek sebagai tempat berkarya dengan komitmen dan tekad untuk menjadikan Fatek where everything begins and ends with joy dapat terwujud. “seluruh staf dosen Fatek Unsrat agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik demi mewujudkan Fatek is My home, for better engineering, engineering for environmental sustainability akan benar-benar terwujud dan menghasilkan wisudawan mahasiswa yang potensial dan dibanggakan,” tukasnya. Puncak peringatan Dies Natalis Fatek Unsrat ke-50 ini juga turut dihadiri, alumni, wakil dekan, jajaran dosen dan mahasiswa.(eda)

Utusan Sulut Raih Empat Perunggu di Ajang OSN

Manado, KOMENTAR - Empat siswa terbaik yang mewakili Sulawesi Utara (Sulut) di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang digelar di Mataram-Nusa Tenggara Barat, pada 1-7 September 2014, membuahkan hasil membanggakan.
Tak tanggung-tanggung, pada kegiatan yang diikuti ratusan siswa dari 34 propinsi tersebut, keempat siswa, yakni Clifert Walandouw, Daniel Tambuwun, Reynaldi Arvin Goenawam dan Jusua Mustiko, berhasil mempersembahkan empat medali perunggu.
Kabar gembira tersebut, menurut Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Propinsi Sulut, Asiano Gammy Kawatu SE MSi didampingi Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti), Jenry Sualang SPd MAP, sebagai kado terindah. Khususnya saat Sulut akan menyambut HUT ke-50 Propinsi Sulut pada 23 September 2014 mendatang.
“Prestasi yang dicapai utusan Sulut merupakan kado tahun emas untuk menyambut HUT Propinsi Sulut yang ke-50. Kami benar-benar bangga atas perjuangan dan kerja keras dari anak-anak kami tersebut,” ungkap Kawatu dan Sualang.
Clifert Walandouw dengan mata pelajaran Ekonomi, dari SMAN 9 Manado, Daniel Tambuwun, dengan mata pelajaran Kimia dari SMA Kristen Eben Haezar Manado, diikuti Reynaldi Arvin Goenawam dengan mata pelajaran Astronomi dan Jusua Mustiko, mata pelajaran Informatika dari SMA Kristen Eben Haezar Manado, sudah melakukan yang terbaik. Karenanya, pada peringatan HUT Propinsi Sulut nanti, mereka akan diundang oleh gubernur, wakil gubernur dan sekretaris propinsi untuk turut merayakannya. “Para siswa pemenang akan diundang untuk mengikuti acara puncak HUT ke-50 dalam rapat paripurna di DPRD. Selain itu mereka juga akan diberikan bantuan pendidikan oleh Direktorat Pembinaan SMA yang akan langsung ditransfer melalui rekening siswa,” jelas Sualang sembari menambahkan bahwa atas nama Kepala Dinas Pendidikan Nasional dan jajaran menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian prestasi yang telah diraih. “Prestasi ini dipersembahkan oleh para siswa terbaik. Terima kasih juga pada semua pihak maupun seluruh jajaran Dinas Pendidikan yang telah bekerja secara maksimal,” tandasnya.
Sementara itu, sejumlah guru dikabarkan juga meraih prestasi. Masing-masing, Abnan Matone, guru Sejarah yang meraih juara dua dan Wayan juara tiga pada mata pelajaran  Bahasa Inggris.(eda)

Wamendag Tantang Akademisi Unsrat Kedepankan Reputasi

Manado, KOMENTAR - Wakil Menteri Perdagangan RI, Dr Ir Bayu Krisnamurthi MSi melayangkan tantangan pada akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Hal itu dimaksudkan agar Unsrat tak hanya memiliki akademisi yang memiliki kompetensi semata, melainkan juga dapat membangun reputasi positif.
“Lulusan Unsrat harus dapat melahirkan akademisi yang dapat diandalkan. Bangunlah network dan buktikan dengan karya-karya nyata,” ungkapnya saat melakukan kunjungan kerja,) yang dirangkaikan dengan kuliah umum, di lantai empat rektorat Kamis (04/09) kemarin.
Tak itu saja, berbagai pekerjaan rumah di Bumi Nyiur Melambai, yang sampai saat ini tak kunjung direalisasikan, seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), harusnya mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi Unsrat. “Permasalahan KEK ini menjadi pekerjaan rumah yang harus turut dipikirkan oleh akademisi Unsrat,” ujarnya.
Menariknya, di kesempatan yang sama, Wamendag memberikan sayembara khusus bagi mahasiswa Unsrat. Yakni, mendesain  kue tradisional seperti Apang dan Panada untuk dikemas dan diberikan label sehingga memenuhi standar untuk diekspor ke Jepang. “Saya akan memberikan hadiah sebesar Rp 10 juta, ditambah Rp 5 juta bagi satu pemenang, yang dapat mendesain, mengemas dan memberi label pada kue Apang atau kue Panada untuk diekspor ke Jepang. Saya minta agar ada bimbingan dan pembinaan,” ujarnya sembari meminta Sucofindo untuk menjadi juri. “Untuk desain labelnya harus memenuhi standar food safety Jepang. Upayakan agar kemasan dapat diangkut dengan aman oleh pesawat. Dan pada Januari 2015 saya akan datang kembali ke Unsrat,” ungkap Wamendag.
Sementara itu, Rektor Unsrat, Prof Dr Ir Joan Ellen Kumaat MSc DEA, mengatakan bahwa kuliah umum yang turut dihadiri Wamendag akan menjadi semakin membuka wawasan seluruh civitas akademika Unsrat. Terutama untuk mempersiapkan diri menyambut era pasar bebas. “Kegiatan seperti ini akan memberikan pemahaman bukan hanya pada mahasiswa tetapi juga dosen. Dan khusus untuk menyambut pasar bebas, Unsrat akan mempersiapkan diri, baik secara institusi dan kelembagaan maupun peningkatan kompetensi termasuk sumber daya manusia,” tukasnya.
Kuliah umum yang membahas topik Kawasan Indonesia Timur Menghadapi Perkembangan Ekonomi Global ini, turut dihadiri Wakil Gubernur Sulut, Dr Djouhari Kansil MPd, jajaran pimpinan Unsrat, dosen dan mahasiswa.(eda)

Sukses laksanakan tugas Paskibraka - Kedatangan Juana dan Franklin Disambut Penuh Kebanggaan

 


Manado, KOMENTAR - Kedatangan dua siswa terbaik asal Sulawesi Utara yang berhasil melaksanakan tugas mulia sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) pada upacara peringatan Detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka, masing-masing Juana Gita Medinnas Janis dan Franklin Nantingkase, disambut penuh kebanggaan oleh Wakil Gubernur Sulut, Dr Djouhari Kansil MPd, Rabu (03/09) kemarin.
Kedua siswa asal SMAN 1 Tahuna ini, menurut wagub telah mengharumkan Sulut di tingkat nasional, di mana Juana mendapat kepercayaan sebagai pembawa baki bendera Merah Putih, sementara Franklin dipercaya sebagai komandan kelompok 17. “Semua ini berkat perjuangan dan doa, sehingga utusan Sulut mendapat kehormatan pada peringatan HUT RI-69 di Istana. Prestasi yang sangat membaggakan,” kata Kansil sembari mengingatkan keduanya agar tetap mengedepankan prestasi akademik maupun ekstra kurikuler. “Apa yang sudah diraih saat ini merupakan modal untuk mengukir prestasi di kemudian hari. Hal ini harus terus dijaga, karena kalian merupakan generasi yang akan menjadi calon pemimpin masa depan,” tegasnya.
Tak itu saja, di kesempatan yang sama, Kansil juga menitip pesan agar keduanya tumbuh dewasa, baik dari segi intelektualitas, spiritual dan sosial. “Belajarlah ilmu pengetahuan secara mendalam, tanpa mengesampingkan pembentukan emosional. Utamakan disiplin dan tentu saja tetap rendah hati serta menjadi teladan,” tukasnya.
Selain itu, sebagai bentuk apresiasi, Kansil menyerahkan tanda ucapan terima kasih dalam bentuk dana dengan turut disaksikan keluarga dari Juana maupun Franklin berikut Kepala Dinas Pendidikan Nasional Propinsi Sulut, Asiano Gammy Kawatu SE MSi didampingi Sekretaris Diknas Christian Sumampouw SH MEd serta Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi, Jenry Sualang SPd MAP.
Sebelumnya, ketika tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado, Juana dan Franklin disambut dengan karangan bunga yang dipimpin langsung oleh Sualang bersama Ketua Purna Paskibraka, Hendrik Manoso.
Sementara itu, baik Juana maupun Franklin menyatakan rasa terima kasihnya, sebab berkat doa seluruh warga Sulut, maka keduanya dapat menjalankan tugas dengan baik. “Ada kesan yang tak terlupakan ketika dapat menjalankan tugas. Tetapi yang akan kami ingat adalah kedisplinan yang diajarkan pada kami,” kata Juana maupun Franklin.(eda)

News Most Viewed

353 CJH Sulut Dilepas, ...

Manado, KOMENTAR - Gubernur Sulut SH ...

ARTI SEBUAH KEMERDEKAAN ...

Baru-baru ini bangsa Indonesia merayakan ...

Aspirasikan Pilkada ...

Manado, KOMENTAR - Sikap tegas Walikota ...

Gubernur Dukung ...

 


Manado, KOMENTAR - Gubernur Sulut Dr ...

Program Induksi Siapkan ...

Manado, KOMENTAR - Sejumlah tenaga pendidik ...

Dewan KEK sudah ada ...

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung sudah ...

Locations

  • Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  
  • (0431) 879799

Gallery

      DAS KOTOR: Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan melakukan pemantauan ke DAS Tondano di Kecamatan Sario, kemarin. Dalam pemantauan, wawali menemukan tumpukan sampah di areal DAS tersebut. Belakangan, wawali semakin intens turun lapangan untuk memantau kebersihan dalam rangka penilaian tahap pertama Adipura. Sedangkan Camat Sario diminta lebih pro aktif memantau sektor kebersihan dan keamanan wilayah.(*)