KPU tegaskan DP-4 bukan DPT - Parpol Gelisah Pembagian Dapil Belum Ditetapkan

Manado, KOMENTAR - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado Ir Conny Palar MSi menegaskan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu atau DP-4 masih akan dimuktahirkan kembali oleh pihaknya. DP-4 menurut dia bukan merupakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang nantinya digunakan dalam Pemilu 2014.
“DP-4 tak sama dengan DPT. Karena DP-4 masih akan dimutakhirkan lagi,” terang Palar. Ia mengatakan, KPU tak dapat memutakhirkan data tanpa dasar DP-4. “DP4 adalah bahan yang masih akan diproses lebih lanjut oleh KPU melalui pemutakhiran data pemilih, penyusunan dan pengumuman DPS (daftar pemilih sementara) hingga menjadi DPT,” ujar Palar. Sebelumnya DP-4 ini telah diserahkan Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut DEA ke KPU Kota Manado. Dalam sambutan Mendagri yang dibacakannya, walikota mengatakan bahwa penyerahan DP-4 merupakan bagian tahapan yang sangat penting dan strategis dalam penyelenggaraan pemilu 2014.

“Penyerahan DP-4 ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia,” kata walikota. Di satu sisi Vicky menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah berupaya secara sungguh-sungguh untuk menyiapkan data kependudukan dalam bentuk DP-4 yang jauh lebih akurat, sebagai perwujudan akuntabilitas dan aktualisasi dari kewajiban pemerintah daerah untuk berperan dalam meperbaiki kualitas penyelenggaraan pemilu dari waktu ke waktu secara konsisten. “DP-4 yang diserahkan ini merupakan pemilahan dari database kependudukan secara keseluruhan yang akurasinya sudah di tingkatan maksimal,” kata Ketua Apeksi yang memimpin 97 walikota se-Indonesia itu. Lebih lanjut disampaikan walikota bahwa Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Dukcapil telah melakukan pembersihan data ganda sebanyak empat kali dengan memanfaatkan SIAK dan hasil perekaman e-KTP. “Apabila pihak KPU memerlukan bantuan dan fasilitasi dari pihak pemerintah dan pemerintah daerah, KPU harus mengajukan permintaan tertulis kepada pemerintah yang intinya berisi: waktu, jenis bantuan dan fasilitasi yang dibutuhkan, sehingga bantuan dan fasilitasi yang diberikan tidak dianggap sebagai tindakan intervensi dari pihak pemerintah kepada KPU,” ujarnya.

DP-4 Kota Manado ini diserahkan pemkot ke KPU Manado setelah sebelumnya telah diterima Walikota Vicky Lumentut dari Mendagri Gamawan Fauzi. Sementara Ketua Umum DPC partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Manado Revani Parasan meminta KPU lebih cepat bekerja dan menentukan daerah pemilihan atau Dapil di Manado. “Saat ini sudah banyak kader dan simpatisan partai yang mendaftarkan namanya. Hanya kendalanya, kami masih menunggu keputusan KPU Manado terkait penetapan dapil. Bagaimana kami sudah menyiapkan strategi yang matang kalau tiba saatnya KPU malah menambah atau mengurangi dapil yang ada,” ujar Parasan. Menurutnya, bila KPU Manado lamban mengambil kebijakan, hal tersebut bakal menjadi bumerang bagi pimpinan partai. “Harapannya KPU Manado harus mampu membaca kesiapan partai yang ada. Kalau misalnya KPU lambat menentukan dapil, itu risikonya tarhadap partai sangat besar. Bisa saja partai jadi blunder jika dari awal partai memasang strategi berdasarkan kalkulasi politik dari partai tersebut, kemudian KPU memutuskan lain. Kami minta hal ini perlu dipertimbangkan,” tegas Parasan.(yha)

Add comment


Security code
Refresh

Written by Opex

News Most Viewed

353 CJH Sulut Dilepas, ...

Manado, KOMENTAR - Gubernur Sulut SH ...

ARTI SEBUAH KEMERDEKAAN ...

Baru-baru ini bangsa Indonesia merayakan ...

Aspirasikan Pilkada ...

Manado, KOMENTAR - Sikap tegas Walikota ...

Gubernur Dukung ...

 


Manado, KOMENTAR - Gubernur Sulut Dr ...

Program Induksi Siapkan ...

Manado, KOMENTAR - Sejumlah tenaga pendidik ...

Dewan KEK sudah ada ...

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung sudah ...

Locations

  • Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  
  • (0431) 879799

Gallery

      DAS KOTOR: Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan melakukan pemantauan ke DAS Tondano di Kecamatan Sario, kemarin. Dalam pemantauan, wawali menemukan tumpukan sampah di areal DAS tersebut. Belakangan, wawali semakin intens turun lapangan untuk memantau kebersihan dalam rangka penilaian tahap pertama Adipura. Sedangkan Camat Sario diminta lebih pro aktif memantau sektor kebersihan dan keamanan wilayah.(*)