Manado

Pendapatan PD Pasar Sentuh Rp1 M per Bulan

 


Manado, KOMENTAR - Pendapatan Perusahaan Daerah Kota Manado setiap bulannya ternyata menyentuh angka Rp1 miliar. Ini karena diperoleh data, rata-rata pendapatan per hari berkisar antara Rp29-31 juta. Pendapatan tersebut ‘disedot’ dari enam pasar tradisional yang beroperasi di kota ini.
Direktur Utama PD Pasar Drs RAS Didi Syafii melalui Direktur Operasional Jootje Rumondor tak menampik kondisi ini. Namun menurutnya, pendapatan di perusahaan daerah itu sifatnya fluktuatif. “Artinya tidak mentok di angka itu. Kadang bisa turun. Bisa 30, 29 (juta) atau bahkan kurang dari itu,” tutur Rumondor kepada wartawan, kemarin. Ia menyebut pendapatan dari Pasar Bersehati adalah yang terbesar di antara lima pasar tradisional lainnya. “Bersehati yang terbesar kemudian dari Pasar Karombasan. Sisanya dari pasar lain termasuk pemasukan dari Jalan Roda,” tutur Rumondor didampingi Direktur Umum Rubby Rumpesak SH. Dua direktur di PD Pasar ini kemudian menjelaskan, pendapatan yang diperoleh tersebut, jika dihitung-hitung nyaris klop dengan pengeluaran per bulan. Di mana untuk membayar gaji karyawan perusahaan harus mengeluarkan dana tak kurang dari Rp600 juta. “Belum lagi pengeluaran lain seperti BBM truk pengangkut sampah, listrik, lampu serta biaya maintenance lainnya. Jadi pendapatan besar, pengeluaran juga besar,” kata keduanya. Di satu sisi, mereka menegaskan bahwa perusahaan telah menyalurkan gaji para karyawan, untuk bulan Juni. Sedangkan untuk bulan Juli, tengah diproses.
“Banyak media menyerang PD Pasar soal gaji. Namun sebenarnya apa yang menjadi hak para karyawan, pasti direalisasikan,” tukas keduanya sembari menginformasikan jumlah karyawan di PD Pasar Manado sebanyak 244 orang.(yha)

 

Panjat Pinang, Tetap Jadi Lomba Favorit 17-an

PANJAT pinang dan hari kemerdekaan merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Tiap peringatan HUT Kemerdekaan RI, lomba panjat pinang pasti digelar dan tetap menjadi favorit bagi warga. Di Manado, lomba panjat pinang dilangsungkan di banyak tempat.
Di Kelurahan Teling Bawah, lomba ini digelar bekerja sama dengan Anoa Fans Club. Meski hanya ada satu tiang di sana, namun animo warga untuk menyaksikan kegiatan ini sangat tinggi. Begitu juga di Kelurahan Mahakeret, Paal Dua, Karombasan, Kleak, Ranotana, Malalayang, Wawonasa, Kombos Barat serta lokasi-lokasi lainnya, yang terpantau ramai dengan warga. Selain lomba panjat pinang, sejumlah kelurahan, organisasi dan pihak swasta juga menggelar lomba lain dalam rangka HUT RI kali ini. Lomba-lomba itu seperti motor lambat, bola voly, lari batu, lari klereng, lari karung, makan krupuk dan lomba isi paku dalam botol. Tujuannya adalah untuk lebih memeriahkan dan menyemarakan HUT Ke-merdekaan Republik Indonesia,17 Agustus.(tr-1)

Dana bantuan bencana kabarnya telah turun - Toar: Kalau Saya Walikota, Saya Demo Kantor Gubernur!

 


Manado, KOMENTAR  - Warga korban banjir bandang di Manado hingga saat ini masih terus menanti dana bantuan bencana dari pemerintah pusat. Sebab, bantuan yang dijanjikan itu, hingga Indonesia merayakan HUT Kemerdekaan ke-69 kemarin, belum juga direalisasikan.
“Kami masih menanti bantuan yang dijanjikan. Di mana telah dikatakan setiap warga yang rumahnya rusak berat, akan diberikan bantuan senilai Rp40 juta. Tapi sampai sekarang belum direalisasikan. Makanya saya pribadi merasa belum merdeka setelah bencana itu terjadi,” tutur Refry, Warga Kelurahan Wawonasa. Pengamat Hukum dan Pemerintahan, Toar Palilingan SH menanggapi hal kritis terkait hal ini. Ia mengatakan bahwa seharusnya Pemkot Manado lebih maksimal dan optimal untuk mengawal proses bantuan tersebut. Sepengetahuannya, dana bantuan bencana dari BNPB untuk Kota Manado, Sulawesi Utara, telah turun dan saat ini berada di kas Pemprop Sulut. “Informasi yang saya dengar begitu. Dananya sudah turun dari BNPB. Nah sekarang giliran pemkot yang harus memaksimalkan pencairannya di pemprop,” kata Toar Palilingan, Minggu (17/08). Menurutnya, pemerintah perlu memberi perhatian lebih bagi korban bencana. Mereka yang harus dimerdekaan saat ini. “Ini bukan program, tapi faktor kemanusiaan. Mereka butuh saat ini,” nilainya. “Pemkot harus pro aktif, tekan ke propinsi kalau perlu. Ini masalah kemanusiaan.
Jangan tunggu palu DPRD lagi. Kalau saya walikota, saya demo kantor gubernur bersama warga korban,” koarnya. Sementara, Kepala BPBD Kota Manado Max Tatahede dikonfirmasi terpisah menjelaskan bahwa kemungkinan besar dana tersebut belum turun dari pemerintah pusat. Sebab, dana bantuan bencana untuk Kota Manado dianggarkan dalam APBN Perubahan. “Setahu saya anggarannya itu di APBNP. Saya belum dapat info apabila dana itu sudah berada di pemprop,” terang Tatahede. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Direktur Penilaian Kerusakan BNPB, Ny Maria, terkait bantuan untuk Manado. “Kemarin saya telepon, dia (Maria) bilang belum. Ini berarti masih berproses di Jakarta,” tutur Tatahede. Sekadar diketahui, pemerintah kota telah mengusulkan anggaran yang maksimal ke pemerintah pusat, untuk membantu para korban bencana di kota ini. Di mana setiap pemilik rumah rusak berat akan mendapat bantuan sebesar Rp40 juta.
Jumlah untuk rumah rusak berat sesuai data ada sebanyak 1.534 unit. Rumah rusak sedang yang totalnya kurang lebih 1.900 unit, akan mendapat bantuan masing-masing Rp20 juta. Sedangkan rumah kategori rusak ringan dengan jumlah sebanyak 7.700 unit dianggarkan mendapat bantuan Rp2 juta per rumah. Khusus untuk kategori rumah rusak ringan ini, anggarannya dianggarkan dalam APBD Perubahan Kota Manado 2014. Total kerugian akibat bencana banjir bandang 15 Januari lalu ditaksir tak kurang dari Rp1,8 triliun.(yha)

13 Napi Malendeng Terima Remisi, Satu Bebas

SEBANYAK 13 narapidana yang mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Malendeng, Kota Manado, menerima remisi atau pengurangan masa tahanan dari pemerintah pusat. Remisi dalam rangka HUT RI tersebut dibacakan langsung Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut DEA, saat memimpin upacara kemerdekaan di halaman rutan. Dari 13 napi yang menerima remisi, tercatat hanya seorang yang bisa menghirup udara segar dengan status bebas bersyarat. Sedangkan untuk 12 napi lainnya, hanya mendapatkan pengurangan masa tahanan. “Ini adalah bentuk apresiasi bagi mereka tahanan yang telah menunjukan prestasi, dedikasi dan disiplin yang tinggi dalam mengikuti program pembinaan serta telah memenuhi syarat yang ditentukan, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 dan Keputusan Presiden Nomor 174 Tahun 1999 tentang remisi,” kata walikota.
Remisi menurutnya merupakan instrumen yang dapat mendorong narapidana untuk berperilaku baik selama mendekam di penjara. Karena remisi juga hanya akan diberikan kepada narapidana yang berkelakuan baik. Upacara turut diikuti Kepala Rutan Malendeng Julius Paat SH, Wawali Dr Harley Mangindaan, Sekot Ir Harfey Sendoh serta unsur muspida dan sejumlah pejabat di jajaran Pemkot Manado.(yha)

Enam Bocah Kena DBD, Fogging Mendesak di Kombar

Manado, KOMENTAR - Wilayah Kelurahan Kombos Barat akhir-akhir ini terus menjadi sorotan dengan semakin banyak warga yang menderita demam berdarah (DBD) dan cikungunya. Warga di sana berharap pemerintah untuk segera melakukan fogging di wilayah tersebut. “Fogging sudah sangat mendesak untuk dilakukan karena sudah sekitar enam orang anak warga Kombos Barat yang terkena DBD serta sejumlah warga yang sakit cikungunya,” ujar Herry Tumuwo ST, warga lingkungan 1.

News Most Viewed

Utusan Bolmong Wakili ...

 


Manado, KOMENTAR - Menjadi suatu ...

ARTI SEBUAH KEMERDEKAAN ...

Baru-baru ini bangsa Indonesia merayakan ...

Pendapatan PD Pasar ...

 


Manado, KOMENTAR - Pendapatan ...

Manajer Projek Cowater ...

Manado, KOMENTAR - Propinsi Sulawesi Utara ...

Siswa SMA/SMK Diimbau ...

Manado, KOMENTAR - Pengumuman kelulusan ...

Tenaga Kerja Sulut Tidak ...

 


PEMBERLAKUAN Masyarakat Ekonomi ASEAN ...

Locations

  • Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  
  • (0431) 879799

Gallery

      DAS KOTOR: Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan melakukan pemantauan ke DAS Tondano di Kecamatan Sario, kemarin. Dalam pemantauan, wawali menemukan tumpukan sampah di areal DAS tersebut. Belakangan, wawali semakin intens turun lapangan untuk memantau kebersihan dalam rangka penilaian tahap pertama Adipura. Sedangkan Camat Sario diminta lebih pro aktif memantau sektor kebersihan dan keamanan wilayah.(*)