1.167 Tenaga Kesehatan Sulut Terima STR dari MTKP



Manado, KOMENTAR - Sebanyak 1.167 tenaga kesehatan di Sulut, Jumat (28/09) pekan lalu menerima Surat Tanda Registrasi (STR) dari Majelis Tenaga Kesehatan Propinsi (MTKP) Sulut. Penyerahan STR dilakukan Ketua MTKP Propinsi Sulut Herry Pohajow SSos MSi kepada masing-masing organisasi profesi (OP) tenaga kesehatan. “Nanti masing-masing OP yang menyerahkan ke anggotanya,” jelas Pohajow.
Menurut Pohajow, OP yang hadir saat itu seperti perawat, refraksionis optisien, terapis wicara, radiographer, okupasi terapis, ahli gizi, teknisi gigi, sanitarian, elektromedis, perawat anestesi, fisikawan medis, ortotis prostetis, teknisi transfusi darah.

Dijelaskannya, dari 19 OP yang ada di Sulut, masih ada beberapa profesi yang STR belum diserahkan. Data MTKP Sulut, ada tujuh OP seperti bidan, fisioterapi dan perawat gigi, okupasi terapis, perekam medis dan informasi kesehatan, analis kesehatan dan akupuntur terapis yang belum memiliki data.
Sebelumnya, Ketua MTKP Sulut menerima ke 1.167 STR itu diterima dari pengurus Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI). Penyerahannya dilakukan oleh Iskandar Mahadi SSos dan Rita Sekarsari SPKV, MHSM mewakili Ketua MTKI Dr Faig Bahfen. Iskandar Mahadi sendiri merupakan wakil dari OP teknisi gigi dan Rita Sekarsari dari organisasi perawat.
Diinformasikan juga, untuk tenaga kesehatan yang lulus sebelum tahun 2012, proses untuk mendapatkan STR dipermudah. Menurut Pohajow, persyaratannya tanpa melalui uji kompetensi, tapi harus mengusulkan ke OP masing-masing atau unit pelayanan.
“Selain dua cara itu, bisa juga langsung mengusulkan ke MTKP propinsi. Pemerintah menganggap mereka sudah memiliki pengalaman, karena itu tidak ada lagi tahap uji kompetensi. Jadi hanya mengusulkan dan melengkapi berkas, tapi setiap lima tahun mereka harus memperpanjang STR masing-masing,” jelas Pohajow.
Dijelaskannya, sertifikasi khusus tenaga kesehatan seperti dokter, dokter gigi dan farmasi tidak masuk dalam MTKP, karena ketiga profesi tersebut memiliki peraturan sendiri. “Jadi untuk tenaga paramedis, uji kompetensi sampai keluarnya STR di bawah peraturan MTKP, tapi untuk tiga profesi itu masing-masing ada keputusan menkesnya,” jelas Kepala Bapelkes Sulut ini.(dds)

Comments   

 
0 #1 dewi anggraini 2013-03-21 20:58
:-)
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Written by Opex

News Most Viewed

Bahas Rencana Judicial ...

Manado, KOMENTAR - Sedikitnya 85 pimpinan ...

ARTI SEBUAH KEMERDEKAAN ...

Baru-baru ini bangsa Indonesia merayakan ...

Enam Bocah Kena DBD,  ...

Manado, KOMENTAR - Wilayah Kelurahan Kombos ...

Tiap Fraksi dan Komisi ...

Manado, KOMENTAR - Jelang akhir masa periode ...

Siswa SMA/SMK Diimbau ...

Manado, KOMENTAR - Pengumuman kelulusan ...

Developer Sulut Belum ...

KUALITAS developer Sulut masih di bawah ...

Locations

  • Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  
  • (0431) 879799

Gallery

      DAS KOTOR: Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan melakukan pemantauan ke DAS Tondano di Kecamatan Sario, kemarin. Dalam pemantauan, wawali menemukan tumpukan sampah di areal DAS tersebut. Belakangan, wawali semakin intens turun lapangan untuk memantau kebersihan dalam rangka penilaian tahap pertama Adipura. Sedangkan Camat Sario diminta lebih pro aktif memantau sektor kebersihan dan keamanan wilayah.(*)