Pelatihan jamkes bagi petugas administrasi RS dan puskesmas - Makin Dekatnya SJSN, Dinkes Sulut Tingkatkan SDM Kabupaten/Kota

Manado, KOMENTAR - Makin dekatnya penerapan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan, secara langsung akan berpengaruh pada ketersediaan tenaga pelaksananya (SDM). Upaya untuk menyiapkan SDM agar bisa menyesuaikan dengan SJSN dan mampu mengelola dengan optimal, Dinas Kesehatan (Dinkes) Propinsi Sulut, pekan lalu melaksanakan pelatihan bagi tenaga administrasi kesehatan dari 15 kabupaten/kota.

 

Kepala Dinkes Propinsi Sulut dr Maxi Rondonnuwu DHSM, mengatakan, sampai saat ini belum banyak tenaga kesehatan atau administrasi di lembaga kesehatan yang mengetahui SJSN. Itu yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan pelatihan tersebut. Sebanyak 30 peserta yang dilatih, menurut dokter Maxi, merupakan tenaga administrasi untuk jaminan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas.

“Pelatihan ini dimaksudkan agar pesertanya memahami implementasi jaminan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas, bagaimana sistem pelayanannya, metode pembayaran kepada fasilitas kesehatannya seperti apa, begitu juga dengan mekanisme klaim, memahami pelayanan pelanggan, pengenalan sistem informasi kesehatan di rumah sakit dan puskesmas dan melaksanakan monitoring dan evaluasi jaminan kesehatan, sehingga mereka tahu bagaimana menerapkan pelayanan prima,” jelasnya.

Selain mendapatkan materi dari narasumber, para peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke RSKD Prof dr VL Ratumbuysang Manado dan diterima oleh Direktur dr Jemmy Lampus dan pimpinan lainnya. 

Sedangkan di hari terakhir, peserta mendapatkan pelatihan outbound dari instruktur yang ada di Bapelkes. Kegiatan itu dimaksudkan untuk Melatih para peserta agar mampu membentuk kerja sama tim serta pembentukan karakter.

Dijelaskan juga, untuk pelaksanaan SJSN telah diatur oleh Undang-undang (UU) Nomor 40 Tahun 2004. UU tersebut antara lain menyatakan, program jaminan sosial bersifat wajib dan diarahkan agar mencakup seluruh rakyat atau universal coverage. “Pencapaiannya dilaksanakan secara bertahap, agar hak setiap orang atas jaminan sosial sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi dapat terwujud. Seluruh rakyat wajib menjadi peserta tanpa kecuali. Bagi masyarakat miskin atau kurang mampu pemerintah akan menyediakan jaminan sosial, sedangkan warga yang mampu harus membiayai dirinya sendiri,” jelasnya.(dds)

Add comment


Security code
Refresh

Written by tampias

News Most Viewed

Menag: Lesbian-Gay Tidak ...

Jakarta-Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ...

ARTI SEBUAH KEMERDEKAAN ...

Baru-baru ini bangsa Indonesia merayakan ...

Belum dikerjakan, ...

Manado, KOMENTAR - Pemerintah Kota Manado ...

SHS Ragukan Kemampuan ...

Manado, KOMENTAR - Rolling pejabat eselon II ...

Sulut Catat Peserta ...

Tondano, KOMENTAR - Sulawesi Utara (Sulut) ...

Panin Bank Agen Penjual ...

 

PANIN Bank ditunjuk pemerintah sebagai ...

Locations

  • Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  
  • (0431) 879799

Gallery

      DAS KOTOR: Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan melakukan pemantauan ke DAS Tondano di Kecamatan Sario, kemarin. Dalam pemantauan, wawali menemukan tumpukan sampah di areal DAS tersebut. Belakangan, wawali semakin intens turun lapangan untuk memantau kebersihan dalam rangka penilaian tahap pertama Adipura. Sedangkan Camat Sario diminta lebih pro aktif memantau sektor kebersihan dan keamanan wilayah.(*)