Dituduh Penipuan, Tatong Dilapor ke Polres

Kotamobagu, KOMENTAR - Belum juga dimulai proses persidangan atas perkara perdata yang dilayangkan saudara-saudara iparnya ke Pengadilan Agama (PA) Kotamobagu, kini bakal calon Walikota dari Partai Amanat Nasional (PAN) yakni Ir Hj Tatong Bara, sudah harus menghadapi masalah hukum lain. Apa pasal? Ia dilaporkan ke Polres Bolmong dengan tuduhan melakukan penipuan dan pemalsuan dokumen.
Informasi yang didapat Komentar menyebutkan, laporan pidana itu dimasukkan oleh Sriyulan Pondaag, warga Kelurahan Kotamobagu Kecamatan Kotamobagu Barat. Sebagaimana tertuang dalam Laporan Polisi (LP) bernomor TBL/308/IV/2013/RES-BM tertanggal 02 April 2013 pukul 15.30 WITA itu, Sriyulan mengaku telah menjadi korban penipuan sejak tahun 2010 sampai sekarang. Lokasinya di kantor Pemkab Bolmong.

Selain Tatong Bara, dalam laporannya Sriyulan juga menyeret sejumlah nama pejabat dan anggota DPRRI. Masingmasing Sunge Paputungan selaku Kepala BKDD (Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah) Bolmong, kemudian Sekda Bolmong Drs Hi Farid Asimin MAP, Bupati Hi Salihi B Mokodongan, serta mantan Ketua Komisi V DPRRI Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow.
Dalam pengaduannya, Sriyulan mengaku telah menjadi tenaga honorer daerah (Honda) di Pemkab Bolmong sejak tahun 2004. Dirinya telah mengikuti verifikasi untuk diangkat sebagai PNS (pegawai negeri sipil) pada tahun 2010, sebagaimana tertuang dalam PP (Peraturan Pemerintah) No 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Honorer. Sayangnya hingga kini ia tak kunjung diangkat sebagai abdi negara.
Sriyulan mengaku dirinya merasa dirugikan oleh tindakan para terlapor. Karena itu, ia meminta kepada pihak Polres Bolmong, untuk menindaklanjuti laporannya tersebut. Hanya saja, ketika dihubungi ke nomor seluler sebagaimana tertera dalam LP itu, ternyata yang menerima bukanlah Sriyulan. “Bukan,” singkat penerima telepon menjawab panggilan wartawan, Rabu (03/04) kemarin.
Sedangkan Kapolres Bolmong AKBP Hisar Siallagan SIK secara terpisah menyatakan, pihaknya segera menindaklanjuti laporan dimaksud. “Kami tetap akan menindaklanjuti kasus tersebut,” tegasnya.
Meski memang, tambah Siallagan, dirinya belum mempelajari pengaduan tersebut. Namun demikian ia menjamin kasus dimaksud segera dilidik. Antara lain melalui pemanggilan saksi-saksi dan bukti yang berkaitan. “Kalau buktinya tidak lengkap, tentu tidak bisa diteruskan,” singkatnya.(cop)

Add comment


Security code
Refresh

Written by Steven Tirukan

News Most Viewed

Mari Setia dalam Tugas ...

Manado, KOMENTAR - Misa Minggu Palma (13/04) ...

ARTI SEBUAH KEMERDEKAAN ...

Baru-baru ini bangsa Indonesia merayakan ...

Siswa Sakit dan ...

Manado, KOMENTAR - Kendati harus dibatasi ...

Kekalahan PDIP di Koka ...

Manado, KOMENTAR - Kemenangan besar yang ...

Masyarakat Diminta ...

Manado, KOMENTAR - Kepala Dinas Pendidikan ...

Kelapa Terbaik Dunia ...

SULUT kerap disebut dengan bumi Nyiur ...

Locations

  • Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  
  • (0431) 879799

Gallery

      DAS KOTOR: Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan melakukan pemantauan ke DAS Tondano di Kecamatan Sario, kemarin. Dalam pemantauan, wawali menemukan tumpukan sampah di areal DAS tersebut. Belakangan, wawali semakin intens turun lapangan untuk memantau kebersihan dalam rangka penilaian tahap pertama Adipura. Sedangkan Camat Sario diminta lebih pro aktif memantau sektor kebersihan dan keamanan wilayah.(*)