Layanan Bank Sulut Mirip di Puskesmas

Kotamobagu, KOMENTAR - Layanan yang diberikan Bank Sulut Cabang Kotamobagu, kembali menuai sorotan. Ironisnya lagi, upaya perbaikan pelayanan yang coba dilakukan oleh Abdullah Arbie SE selaku kepala cabang, salah satunya memberlakukan nomor antrian, tidak mendapat respon positif nasabah. BS Kotamobagu dinilai bukan melangkah maju, tapi malah mengalami kemunduran.

“Kalau Anda akan bertransaksi di Bank Sulut Kotamobagu, saya yakin Anda akan mendapati pelayanan yang tidak jauh beda dengan di Puskesmas. Torang sebagai nasabah, layaknya pasien yang hendak berobat. Ambil nomor antrian yang masih manual, lalu menunggu dipanggil (oleh teller) lewat pengeras suara,” sebut Ria, seorang pengusaha jasa konstruksi di Kotamobagu kepada Komentar, Kamis (20/12) kemarin.

 

Sindiran bernada kritikan serupa juga dilontarkan Dharma Eka, warga Kotamobagu lainnya. Lelaki muda yang bekerja di sebuah perusahaan swasta ini, bahkan tak segansegan langsung memandingkan layanan oleh Bank Sulut, dengan yang didapatnya dari salah satu bank pemerintah yang membuka cabang di Kotamobagu.

“Bank Sulut dengan bank satu itu samasama bank pemerintah. Tapi kenapa mereka (bank pemerintah yang dimaksudkannya) mampu memberikan rasa nyaman lebih buat nasabahnya, sementara Bank Sulut tidak?” sergah Dharma 

kemudian. Masih terkait urusan antrian, dua warga Kotamobagu tersebut juga menyesalkan lambannya pelayanan di meja teller. “Bayangkan saja, sudah ruangannya sangat sempit, kami juga harus menunggu berjam-jam baru bisa sampai di meja teller. Ini, gara-gara petugas teller hanya dua orang. Malah beberapa kejadian, hanya satu yang bertugas,” sembur Ria dan Dharma senada.

Keduanya berpendapat, jika Bank Sulut Kotamobagu tidak mampu memperbaiki atau meningkatkan pelayanan kepada nasabahnya, itu menunjukkan bahwa bank pemegang kas daerah tersebut belum siap menghadapi “kompetisi” dengan bankbank lain, baik pemerintah maupun swasta yang beroperasi di Kotamobagu.

“Karena itu, kami menyarankan kepada Pemkot Kotamobagu, untuk berpikir ulang apabila berencana menambah modal saham di Bank Sulut. Kami kira, lebih baik Pemkot tidak usaha tambah saham di situ. Malah kalau perlu, tarik saja semua dana Pemkot di situ dan pindahkan ke bank yang pelayanannya jauh lebih baik dan modern,” saran Dharma maupun Ria.

Sayangnya, upaya konfirmasi kepada Kacab Bank Sulut Kotamobagu, Abdullah Arbie tidak membuahkan hasil. Telepon selularnya dalam keadaan tidak aktif. Pun setelah disusul dengan pesan singkat, juga tidak mendapat balasan atau jawaban hingga berita ini naik cetak.(cop)

Add comment


Security code
Refresh

Written by Steven Tirukan

News Most Viewed

353 CJH Sulut Dilepas, ...

Manado, KOMENTAR - Gubernur Sulut SH ...

ARTI SEBUAH KEMERDEKAAN ...

Baru-baru ini bangsa Indonesia merayakan ...

Aspirasikan Pilkada ...

Manado, KOMENTAR - Sikap tegas Walikota ...

Gubernur Dukung ...

 


Manado, KOMENTAR - Gubernur Sulut Dr ...

Program Induksi Siapkan ...

Manado, KOMENTAR - Sejumlah tenaga pendidik ...

Dewan KEK sudah ada ...

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung sudah ...

Locations

  • Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  
  • (0431) 879799

Gallery

      DAS KOTOR: Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan melakukan pemantauan ke DAS Tondano di Kecamatan Sario, kemarin. Dalam pemantauan, wawali menemukan tumpukan sampah di areal DAS tersebut. Belakangan, wawali semakin intens turun lapangan untuk memantau kebersihan dalam rangka penilaian tahap pertama Adipura. Sedangkan Camat Sario diminta lebih pro aktif memantau sektor kebersihan dan keamanan wilayah.(*)