Bolsel Dapat Bantuan 50 Unit RTLH

Bolaang Uki, KOMENTAR - Pemda Bolmong Selatan, belum lama ini menerima bantuan program bedah kampung sebesar Rp 500 juta dan sarana lingkungan tahap satu Rp 100 juta dari Kementerian Sosial RI. Untuk bedah kampung, Pemkab Bolsel berencana akan membangun puluhan rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Matandoi Kecamatan Pinolosian Timur (Pintim).
“Sesuai program bedah kampung tersebut akan diarahkan ke Desa Matandoi, dengan melihat tingkat kemiskinan di desadesa,” kata Kepala Dinas Sosial Abadi Yusuf, belum lama ini.

Dia menambahkan, untuk tahap awal yang akan di bangun baru 50 rumah di tambah satu unit sarana lingkungan. Menurutnya, untuk pembangunan 50 unit rumah tersebut, anggaranya sebesar Rp 500 juta di tambah Rp 100 juta untuk sarana lingkungan.
“Jadi tiap rumah yang akan di bedah dianggarkan Rp 10 juta,” jelasnya.
Bantuan dari Kementerian Sosial tersebut, disambut positif warga Pinolosian Timur. Namun, warga berharap penyaluran bantuan itu harus benar-benar tepat sasaran kepada yang berhak menerima.
“Harapan masyarakat hanya itu. Agar bantuan dari pusat sesuai peruntukan,” pinta Sujarwan Mokoagow, warga Desa Pinolosian Timur.(fai)

Add comment


Security code
Refresh

Written by Steven Tirukan

News Most Viewed

Jemaat Imanuel Mapanget ...

Manado, KOMENTAR - Bersamaan dengan ...

ARTI SEBUAH KEMERDEKAAN ...

Baru-baru ini bangsa Indonesia merayakan ...

Saling Klaim di Koran, ...

Manado, KOMENTAR - Fenomena saling klaim ...

Pemprop Tahan Dana Bagi ...

Manado, KOMENTAR - Pemerintah Propinsi ...

Sekwan Bentuk Tim Khusus ...

Manado, KOMENTAR - Meski masih disibukan ...

Kelulusan SMA/MA dan SMK ...

Manado, KOMENTAR - Prosentase kelulusan ...

Locations

  • Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  
  • (0431) 879799

Gallery

      DAS KOTOR: Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan melakukan pemantauan ke DAS Tondano di Kecamatan Sario, kemarin. Dalam pemantauan, wawali menemukan tumpukan sampah di areal DAS tersebut. Belakangan, wawali semakin intens turun lapangan untuk memantau kebersihan dalam rangka penilaian tahap pertama Adipura. Sedangkan Camat Sario diminta lebih pro aktif memantau sektor kebersihan dan keamanan wilayah.(*)