KPU Rancang Teknis Pemilihan Wajib Pilih di Rutan Kotamobagu


Kotamobagu, KOMENTAR - Meski masih akan dikoordinaskan lagi, namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu sudah mulai merancang teknis pemilihan kepada warga Kotamobagu yang berada di rumah tahanan (Rutan) serta mereka yang berada di Polres maupun Polsek wilayah Kotamobagu.
Sedikitnya terdapat 72 warga wajib pilih yang terdata. Mereka saat ini berada di Rutan Kotamobagu. Belum lagi mereka yang berada di tahanan Polres Bolmong dan Polsek Urban Kotamobagu, semua akan didata untu diberikan hak pilih. “Kita sudah mulai mengatur teknis soal tata cara pemilihan saa hari H. Sebab mereka berasal dari kelurahan serta desa di empat kecamatan,” Sekretaris KPU Kotamobagu, Hi Moh Agung Adati ST MSi.

Secara gambaran teknis pemilihan atau pencoblosan, mereka dipastikan akan memilih di rutan atau di sel polres atau polsek. Caranya format C6 dan A8 akan dipindahkan ke TPS terdekat. “Memang sudah beberapa kali dilakukan teknis pencoblosan mereka yang berada di rutan atau tahanan. Makanya sudah ada gambaran,” ucap dia sembari menerangkan, jika pendataan warga wajib pilih di tahanan polres dan polsek wilayah Kotamobagu sedang berjalan.
Sebelumnya, KPU Kotamobagu sedang dipusingkan dengan keberadaan ribuan nama pemilih misterius. Dibilang misterius, karena nama mereka tertera dalam DP4 (Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu), namun tidak ditemukan di lapangan. Dari semula sebanyak 3.194 nama misterius yang ditemukan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di lapangan, kini tersisa 1.561 orang.
Akan halnya 1.642 warga yang semula masuk kelompok “pemilih misterius”, setelah divalidasi lebih intensif oleh KPU, mereka akhirnya dipastikan bisa menggunakan hak pilihnya pada 24 Juni mendatang. Yakni, memilih WalikotaWakil Walikota Kotamobagu periode 20132018.
Data itu dibeberkan dalam rekapitulasi yang dilakukan oleh KPU yang dihadiri Sekretaris Kota (Sekkot) Drs Hi Mustafa Limbalo, Asisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan Hi Dolly Zulhadji SH ME, Kepala Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil) Hi Refly Mokoginta SE, Panwaslu Kotamobagu, Polres Bolmong, perwakilan dari partai politik termasuk perwakilan empat pasangan calon,PPK camat, lurah serta kepala desa.
Di hadapan peserta rapat koordinasi itu, Agung menjelaskan, dari jumlah 1.642 yang berhasil divalidasi, sudah diketahui oleh semua pihak yang diundang. Cuma masih akan melakukan validasi kembali sisanya yang berjumlah 1.561. “ Ke 1.561 warga ini masih divalidasi lagi di tingkat desa dan kelurahan. Sebab batas penetapan pada 7 Juni mendatang,” tandasnya.
Namun, menurut dia, pada 4 Juni atau sebelum masuk pada penetapan,  sisa jumlah 1.561 itu, aka dibicarakan kembali. Karena 7 Juni mendatang sudah harus ditetapkan. “ Untuk sisanya akan kita lihat. Apakah ada perubahan atau tidak. Dan keputusan untuk diberikan hak pilih atau tidak  nantinya akan diputuskan lewat pertemuan kembali yang nantinya akan dihadiri semua kalangan, termasuk tim pemenang empat pasangan calon,” terang mantan Kabag Humas Pemkot Kotamobagu ini.(cop)

Add comment


Security code
Refresh

Written by Steven Tirukan

News Most Viewed

Konsultasi tahunan ...

 


Manado, KOMENTAR - Kegiatan Konsultasi ...

ARTI SEBUAH KEMERDEKAAN ...

Baru-baru ini bangsa Indonesia merayakan ...

Tiap hari, dua sampai ...

 


Manado, KOMENTAR - Sejauh ini minat ...

Gubernur Dukung ...

 


Manado, KOMENTAR - Gubernur Sulut Dr ...

Utusan Sulut Raih Empat ...

Manado, KOMENTAR - Empat siswa terbaik yang ...

Trafik Data Telkomsel ...


Trafik Telkomsel pada Hari Raya Idul ...

Locations

  • Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  
  • (0431) 879799

Gallery

      DAS KOTOR: Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan melakukan pemantauan ke DAS Tondano di Kecamatan Sario, kemarin. Dalam pemantauan, wawali menemukan tumpukan sampah di areal DAS tersebut. Belakangan, wawali semakin intens turun lapangan untuk memantau kebersihan dalam rangka penilaian tahap pertama Adipura. Sedangkan Camat Sario diminta lebih pro aktif memantau sektor kebersihan dan keamanan wilayah.(*)