Talaud

Divonis Bersalah, Amisi Cs Ajukan Kasasi

Melonguane, KOMENTAR - Dari 17 orang kontraktor yang divonis bersalah dalam kasus proyek bencana alam di Talaud tahun anggaran 2007-2008 silam dengan nilai Rp 6,8 miliar,  ada lima orang yang masih berupaya menempu proses kasasi Mahkamah Agung.
Hal ini dibenarkan salah satu kontraktor yang sekarang ini mengajukan upaya kasasi, Jekmon Amisi kepada wartawan, Rabu (17/07) kemarin. Mantan Ketua KPU Talaud itu menjelaskan, bahwa  ada beberapa teman kontraktor termasuk dirinya yang mengajukan proses kasasi, ketika divonis 1 tahun oleh Pengadilan Negeri (PN) Manado serta pengajuan banding di Pengadilan Tinggi (PT) Manado.
Sedangkan 12 orang kontraktor lainnya, lanjut Amisi, setelah mendapat putusan tetap melalui PN Manado tahun 2011 lalu, dengan mendapat hukuman yang bervariasi, tidak lagi melakukan upaya banding atau proses kasasi.

 

Sawori Akui Ada Kesalahan Data Keluarga Penerima Bantuan

Melonguane, KOMENTAR-Sejumlah warga di Talaud yang sebetulnya tidak termasuk dalam kategori keluarga kurang mampu  atau keluarga miskin, namun selama ini terus mendapat berbagai bantuan dan fasilitas.
Hal ini diakui Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Talaud, Alten Sawori bahwa pihaknya telah mendapat laporan dari warga seperti itu. “Soal siapasiapa atau keluarga penerima bantuan yang tidak sesuai status atau kategori keluarga miskin, kemungkinan kesalahan dari petugas kami yang mendata di lapangan,”ungkap Sawori.
Dikatakannya, dengan adanya berbagai laporan dan keluhan masyarakat ini,  akan ditindaklanjuti  lewat pendataan kembali bagi keluargakeluarga penerima bantuan maupun keluarga miskin yang belum terdata.

Bupati Serahkan Bantuan

Melonguane, KOMENTAR-Pemkab Talaud melalui Dinas Sosial dan Tenga Kerja setempat, menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang kurang mampu di kecamatan Pulutan. Bantuan tersebut telah diserahkan langsung Bupati Drs Constantine Ganggali ME, Selasa (16/07) kemarin, kepada sejumlah warga kurang mampu atau keluarga prasejahtera di Pulutan dan para Ibuibu hamil serta anak sekolah.
Disampaikan Kabag Humas Prets Pareda SIP SKom MSi, bantuan itu berupa 3 ton beras, perlengkapan ibu hamil serta bantuan pakaian seragam untuk anak sekolah. Bupati berharap agar bantuan tersebut dapat membantu serta meringankan berbagai kebutuhan keluarga terlebih kebutuhan anak sekolah. Bahkan bupati juga meminta kepada dinas terkait dan pemerintah kecamatan dan desa,  jika masih ada keluarga-keluarga yang  kurang mampu dan tidak terdaftar dalam keluarga prasejahtera, agar dapat didata kembali.

SMTK Pulutan Diresmikan

Bupati Drs Contantine Ganggali ME yang didampingi Ketua TP PKK Talaud, Ny Ivonne Ganggali-Mananeke, Selasa (16/07) kemarin, meresmikan Sekolah Menegah Theologia Kristen (SMTK) Pulutan, sekaligus membuka kegiatan MOS.
Peresmian SMTK yang  turut dihadiri Kepala Departemen Agama Talaud dan para pejabat PemkabTalaud itu ditandai dengan pembukaan selubung papan nama dan penyematan tanda siswa peserta MOS.
Bupati berharap, dengan dibangunnya SMTK ini mampu bersaing serta unggul dalam ilmu pengetahuan dan ahlak sesuai dengan visi didirikannya sekolah tersebut. Demikian pula para siswa, sebagai generasi muda harus memiliki semangat yang tinggi dan target dalam belajar untuk meraih cita-cita. Bupati mengajak seluruh masyarakat  mendoakan serta mendukung pembentukan Propinsi Perbatasan Kepulauan Nusa Utara (PPKNU). “Bahkan Pilkada dan Pemilu Legislatif tahun 2014 diharapkan terus mempererat tali persaudaraan,” ungkapnya.(ric)

Sejumlah Keluarga Miskin di Talaud Bakal Didata Lagi

Melonguane, KOMENTAR - Pemkab Talaud akan segera mendata kembali warga kurang mampu atau masuk dalam kategori Keluarga Prasejahtera. Pasalnya, saat ini masih banyak warga keluarga miskin di Talaud yang tak terdata.
Diakui Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disosnaker) Talaud, Alten Sawori bahwa  , masih ada keluarga kurang mampu yang tergolong keluarga miskin yang tidak masuk dalam keluarga prasejahtera.
“Seperti adanya Bantuan Langsung Sementara (Balsem) saat ini,  masih ada sejumlah warga yang termasuk dalam keluarga prasejahtera terlebih di daerah pelosok pulau, yang tak menerima Balsem,” ungkapnya. Namun dia mengakui, bahwa data keluarga penerima Balsem saat ini adalah data lama yang dipakai oleh pemerintah pusat, sehingga ada keluarga saat ini yang masuk kategori miskin belum dimasukkan dalam data tersebut.

News Most Viewed

Ulama Serang Banten ...

 


Manado, KOMENTAR - 45 alim ulama dan ...

ARTI SEBUAH KEMERDEKAAN ...

Baru-baru ini bangsa Indonesia merayakan ...

Walikota Disarankan ...

 


Manado, KOMENTAR - Pemerhati ...

Angouw: Tidak ada dalam ...

 


Manado,KOMENTAR - Penyertaan modal Mega ...

Tingkatkan kompetensi ...

Manado, KOMENTAR - Termotivasi meningkatkan ...

Eksekusi Lahan Sutanraja ...

 


PENGAMAT sosial dan ekonomi Sulut, ...

Locations

  • Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  
  • (0431) 879799

Gallery

      DAS KOTOR: Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan melakukan pemantauan ke DAS Tondano di Kecamatan Sario, kemarin. Dalam pemantauan, wawali menemukan tumpukan sampah di areal DAS tersebut. Belakangan, wawali semakin intens turun lapangan untuk memantau kebersihan dalam rangka penilaian tahap pertama Adipura. Sedangkan Camat Sario diminta lebih pro aktif memantau sektor kebersihan dan keamanan wilayah.(*)