Bupati: Yang Ingin Kacaukan Daerah, Berhadapan dengan Brigade Manguni


Kalawat, KOMENTAR - Sebagai Pembina Brigade Manguni Indonesia Sulut, Bupati Minahasa Utara Drs Sompie Singal MBA mengingatkan kepada semua pihak yang ingin mengacaukan Sulut akan terlebih dahulu berhadapan dengan BM. Penegasan ini disampaikan bupati saat menghadiri acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Daerah Brigade Manguni Indonesia (BMI) Sulawesi Utara, di Sutan Raja Hotel, Jumat (13/09) kemarin. 
“Brigade Manguni Sulut hadir di tengahtengah masyarakat dan pemerintah untuk mengawal dan menjaga agar daerah ini tetap terjaga. Karena itu jika ada orang yang ingin mengacaukan daerah ini hadapi dulu Brigade Manguni,” tegasnya.

Pasalnya, menurut Bupati yang juga menjabat sebagai Ketua Pembina BMI Sulut ini, NKRI dan keamanan Sulut merupakan harga mati bagi BMI.  “Kehadiran BMI tidak untuk menakutnakuti warga. Bukan untuk memihak kepada orang tertentu atau kelompok tertentu. Tapi yang diperjuangkan BMI dalah kebenaran dan keadilan di atas segalagalanya. NKRI adalah harga mati bagi Brigade Manguni,” jelasnya.
Bagi Bupati, BMI sekarang di bawah pimpinan Pdt Hanny Pantouw mengalami banyak perubahan yang lebih baik. Karena itu ia berharap pelaksanaan Rakerda ini dapat membawa dampak positif bagi keberadaan dan peran BMI di tengahtengah masyarakat.
Rapat tersebut dihadiri Gubernur Sulut SH Sarundajang yang diwakili Kepala Kesbang Gun Lapadengan, Ketua Pengadilan Tinggi, Ketua DPRD Manado Denny Sondakh,  Sekda Minut Johanis Rumambi, Tokoh Agama Nico Gara, Sekretaris Jendral DPT BMI Marchel Maramis, Tonaas Harian DPT BMI Lendy Wangke, Tonaas Harian BMI DPD Propinsi Sulut Daniel Pangemanan serta pengurus BM SeSulut.
“Turut sertanya BM dalam pembangunan memiliki konsekwensi bahwa BM perlu bekerja lebih keras lagi seiring dengan geliat pembangunan. Makanya ajang ini amat penting, dan kami sangat mendukung,” tegas Lapadengan seraya menyatakan gubernur mensupport Rakerda dan mengapresiasi peran BM selama ini.
Sementara itu, Tonaas BMI Sulut Pdt Hanny Pantouw yang didampingi Sekretaris BMI Sulut, Ricky Lumingkewas menjelaskan, tujuan dari rekerda adalah peningkatan kualitas personel maupun organisasi agar tugas yang diemban bisa terlaksana dengan baik. Selain membahas AD/ART, Rakerda tersebut nantinya akan menghasilkan rekomendasi untuk dibawa ke forum tertinggi yakni Dewan Pimpinan Tonaas. “Dengan mengangkat tema BM tampil sebagai perekat bangsa dengan lewat sinergi dengan semua komponen, BM ingin bersinergi dengan semua pihak untuk menjaga keamanan di daerah ini,” tukas Tonaas. Dalam rapat tersebut juga diadakan pelantikan pengurus BMI Sulut 2013- 2017, tim advokasi BMI Sulut serta Mahasiswa BMI Sulut yang merupakan wadah bagi mahasiswa di bidang pendidikan. Rekerda tersebut juga diisi dengan diskusi panel, dengan panelis  Kabinda Sulut, Dirintel Polda serta Kasiter Korem.(imo)

Comments   

 
0 #2 Grace 2013-11-26 22:00
Brigade kentut!!!
Dasar pejabat enggak punya otak!
Itu gelar MBA beli di kaki lima mana itu?
Koq rakyat kamu sendiri kamu jajah? Di mana kamu taruh otakmu yang tak seberapa itu, haa???!!!!
Quote
 
 
-1 #1 arii 2013-10-18 22:42
:lol: Dimana tugas aparat TNI dan Polri, sehingga harus BMI....???
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Written by Steven Tirukan

News Most Viewed

Menag: Lesbian-Gay Tidak ...

Jakarta-Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ...

ARTI SEBUAH KEMERDEKAAN ...

Baru-baru ini bangsa Indonesia merayakan ...

Belum dikerjakan, ...

Manado, KOMENTAR - Pemerintah Kota Manado ...

SHS Ragukan Kemampuan ...

Manado, KOMENTAR - Rolling pejabat eselon II ...

Sulut Catat Peserta ...

Tondano, KOMENTAR - Sulawesi Utara (Sulut) ...

Panin Bank Agen Penjual ...

 

PANIN Bank ditunjuk pemerintah sebagai ...

Locations

  • Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  
  • (0431) 879799

Gallery

      DAS KOTOR: Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan melakukan pemantauan ke DAS Tondano di Kecamatan Sario, kemarin. Dalam pemantauan, wawali menemukan tumpukan sampah di areal DAS tersebut. Belakangan, wawali semakin intens turun lapangan untuk memantau kebersihan dalam rangka penilaian tahap pertama Adipura. Sedangkan Camat Sario diminta lebih pro aktif memantau sektor kebersihan dan keamanan wilayah.(*)