CJH Bisa Memantau Lewat Siskohaj

 


Manado, KOMENTAR - Kepala Subdit Pendaftaran Bidang Haji dan Umrah, Kantor Kementerian Agama Pusat, H. Mohammad Akas mengatakan, sekarang ini Calon Jemaah Haji (CJH) tidak perlu repot lagi melakukan pendaftaran untuk menunaikan ibadah haji, cukup dengan menyetor uang pendaftaran, selanjutnya dapat diikuti perkembangannya melalaui Sistem Komunikasi dan Informasi Haji (Siskohaj) di internet 24 jam.
“Silahkan CJH dari mana saja membuka alamat siskohaj, disitu dapat diketahui berapa jumlah Biaya Pelaksanaan Ibadah haji (BPIH) atau kapan keberangkatannya”, kata Akas pada launching perdana Siskohaj Kemenag Sulut dengan tekhnologi biometik, di kantor Kemenag Manado, Selasa (16/04) kemarin.
Sekarang ini pemerintah, khususnya Kemenag sedang memperbaikai sistem dan jaringan komunikasi haji agar masyarakat dengan jelas dapat menerima informasi tentang pelaksanaan ibadah haji, tanpa harus mengira-ngira dan khawatir akan pelaksanaan ibadah haji tersebut. Siskohaj tersebut dibuka secara umum kepada masyarakat diseluruh Indonesia maupun internasional sehingga dapat dengan segera dikatahui informasi-informasi yang jelas disampaikan oleh Bidang Haji, Dirjen Haji dan umrah tersebut.

“Sampai dengan 2013 ini, sudah 31 provinsi di Indonesia yang terpasang Siskohaj, tinggal dua daerah lagi, yakni Provinsi Gorontalo dan Bangka Belitung yang dalam waktu dekat ini sudah dapat beroperasi, sehingga masyarakat secara merata dapat mengikuti informasi keberadaan haji tersebut”, katanya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulut, Drs H Sya’ban Mauluddin MPdI melaporkan hingga 16 April 2013 tercatat sebanyak 4.832 orang calon jamaah haji dari Sulut yang telah mendaftar dan menyetorkan BPIH ke sejumlah bank di Manado. “Quota haji Sulut yang diberikan Kementerian Agama itu hanya 700 orang saja, sedangkan jumlah pendaftar sudah mencapai 5000 orang bahkan diperkirakan sampai dengan musim haji mendatang 6000 ribuan calon”, kata Mauluddin.
Dari jumlah tersebut, sudah dipastikan daftar tunggu (waithing list) Sulut bisa empat sampai lima tahun kedepan sehingga para calon yang baru mendaftar bisa menunggu 2017-2018. Faktor membengkaknya jumlah calon haji di Sulut ini, menurut Sya’ban, dikarenakan beberapa faktor, antara lain adanya kemudahan-kemudahan dari bank peneriman setoran BPIH, dimana dengan menyetorkan uang Rp5 juta sudah bisa memperoleh nomor kursi (seat haji).
“Sejak beberapa tahun belakang ini bank penerima setoran calon haji memberikan kemudahan hanya dengan Rp5 juta bisa mendapatkan seat, maka masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan berlomba-lomba mendaftarkan diri pada bank dimaksud”, ujarnya sambil menambahkan, calon haji tersebut harus melunasi BPIH sebelum keberangkatan.(gra)

Add comment


Security code
Refresh

Written by Opex

News Most Viewed

Hari Ini, Umat Katolik ...

Manado, KOMENTAR - Jumat (18/04) seluruh ...

ARTI SEBUAH KEMERDEKAAN ...

Baru-baru ini bangsa Indonesia merayakan ...

Kalah Perang, 17 ...

Manado, KOMENTAR - Hampir seluruh kecamatan ...

5.000 Orang Sangihe ...

Manado, KOMENTAR - Kepala Badan Pengelola ...

304 Siswa se-Sulut ...

Manado, KOMENTAR - Berdasarkan data ...

Kelapa Terbaik Dunia ...

SULUT kerap disebut dengan bumi Nyiur ...

Locations

  • Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  
  • (0431) 879799

Gallery

      DAS KOTOR: Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan melakukan pemantauan ke DAS Tondano di Kecamatan Sario, kemarin. Dalam pemantauan, wawali menemukan tumpukan sampah di areal DAS tersebut. Belakangan, wawali semakin intens turun lapangan untuk memantau kebersihan dalam rangka penilaian tahap pertama Adipura. Sedangkan Camat Sario diminta lebih pro aktif memantau sektor kebersihan dan keamanan wilayah.(*)