Bakal dibawa ke SR DGD di Korsel - Gereja-gereja Indonesia Sorot Globalisasi Ekonomi dan HAM

Jakarta, KOMENTAR - Sejumlah pemimpin gereja-gereja Indonesia berkumpul di Wisma GPIB, Rabu (21/08) lalu untuk membahas dan mendiskusikan dokumen-dokumen pada Sidang Raya (SR) Dewan Gereja-gereja Dunia (DGD) ke-10, Busan, Korea Selatan yang mengambil tema God of Life, Lead Us to Justice and Peace”. Dalam pertemuan tersebut Pdt Dr AA Yewangoe Ketum PGI menyampaikan Pokok-pokok Pikiran Gereja-gereja di Indonesia ke Busan.

Dimana gereja-gereja Indonesia menyorot beberapa hal terutama soal globalisasi ekonomi dan Hak-hak Asasi Manusia (HAM). Di mana berdasarkan dokumen Pokok-pokok Tugas Panggilan Bersma (PTPB) perhatian diarahkan kepada ketidakseimbangan atau ketidakadilan ekonomi. Dalam dokumen itu sangat gamblang disinyalir adanya bahaya menerapkan ekonomi pro pasar bebas.
Dimana implementasinya pembangunan ekonomi di negara kita dewasa ini ternyata lebih mengutamakan pertumbuhan ekonomi dengan kebijakan pro pasar bebas dan hal ni telah menghasilkan krisis multi-dimensi yang berkepanjangan, di antaranya kemiskinan dan pengangguran yang tetap tinggi serta ketergantungan pemerintah terhadap pinjaman modal baik dari dalam maupun luar negegri.
“Jelas penerapan ekonomi pasar bebas dilihat sebagai yang tidak menjamin keadilan, yang di dalamnya mereka yang paling lemah akan mendapatkan jaminan,” tegas Yewangoe. Ternyata juga kebijakan pertumbuhan ekonomi pro pasar bebas ini menciptakan ketidakadilan ekonomi dan kesenjangan pendapatan yang makin meluas. Globalisasi ekonomi yang dijanjikan akan membuat dunia semakin sejahtera dengan menerapkan neo liberalism ternyata tidak terwujud. Justru krisis demi krisis yang muncul keuangan, pangan, enerji, keamanan, lingkungan hidup, dan seterusnya. Orang-orang miskin, yang jumlahnya makin membengkak justru menderita dampak terbesar dari berbagai krisis ini.
Gereja-gereja sendiri mendorong diterapkannya paradigma prorakyat sebagaimana dipromosikan dalam dokumen AGAPE (Alternative Globalization Addressing People on Earth). Di sini pembangunan ekonomi mengutamakan kekadilan, damai-sejahtera, dan sukacita bersama, dari semua untuk semua. Sementara soal perdamaian yang tekait erat dengan HAM, dinyatakan masih terjadi pelecehan terhadp HAM di Indonesia. Termasuk terkait sejumlah kasus HAM yang hingga kini tak kunjung diselesaikan seperti halnya peristiwa Semanggi.
“Selain itu dewasa ini kita tetap mengalami hal serupa berupa pelecehan terhadap HAM dari mereka yang dianggap lemah misalnya ketidakleluasaan di dalam menjalankan ibadah karena dianggap berbeda dari arus utama,” tambah Yewangoe. Sebelumnya para peserta telah mengikuti informasi teknis persiapan ke Busan dari Pdt Dr Ery Lebang, WCC Planning Committee), Pdt Gomar Gultom, Sekum PGI bersama Olvi Prihutami, Sekretaris Eksekutif Bidang Koinonia PGI. Penjelasan tentang Pertemuan Raya Perempuan Pra Sidang DGD disampaikan oleh Pdt. Krise Gosal, Sekretaris Eksekutif Departemen Perempuan dan Anak PGI dan Pertemuan Raya Pemuda oleh Franky Tampubolon, Sekretaris Eksekutif Departemen Pemuda dan Remaja PGI.
Mereka juga membahas Studi Dokumen DGD - Policy Documents dengan narasumber Pdt Dr SAE Nababan, Presiden DGD didampingi Dr Peggy Mekel, anggota Central Committee WCC, Studi Dokumen DGD Ecumenical Conversation oelh Pdt Dr Margaretha Hendriks Ririmase, Vice Moderator WCC dan moderator, Pdt Dr Liesje Sumampouw dari GPI.(gra)

Add comment


Security code
Refresh

Written by Opex

News Most Viewed

Hari Ini, Umat Katolik ...

Manado, KOMENTAR - Jumat (18/04) seluruh ...

ARTI SEBUAH KEMERDEKAAN ...

Baru-baru ini bangsa Indonesia merayakan ...

Kalah Perang, 17 ...

Manado, KOMENTAR - Hampir seluruh kecamatan ...

5.000 Orang Sangihe ...

Manado, KOMENTAR - Kepala Badan Pengelola ...

304 Siswa se-Sulut ...

Manado, KOMENTAR - Berdasarkan data ...

AS Beli 3.000 Ton CCO ...

Pada pekan kedua April 2014 lalu, Sulut ...

Locations

  • Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  
  • (0431) 879799

Gallery

      DAS KOTOR: Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan melakukan pemantauan ke DAS Tondano di Kecamatan Sario, kemarin. Dalam pemantauan, wawali menemukan tumpukan sampah di areal DAS tersebut. Belakangan, wawali semakin intens turun lapangan untuk memantau kebersihan dalam rangka penilaian tahap pertama Adipura. Sedangkan Camat Sario diminta lebih pro aktif memantau sektor kebersihan dan keamanan wilayah.(*)