Penggunaan Atribut GMIM Terus Ditata dan Diatur

 


Manado, KOMENTAR - Penggunaan semua atribut GMIM memang harus terus ditata dan diatur pelaksanaannya meski ditegaskan semua simbol itu hanyalah alat saja dan tidak dapat disembah. Namun demikian simbol itu perlu karena mengingatkan perbuatan Allah yang menyelamatkan kita. Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Bidang Ajaran, Pembinaan dan Penggembalaan (APP), Pdt Dr HWB Sumakul.
Dengan tujuan itu pulalah maka Bidang APP menerbitkan buku kecil Aturan tentang Atribut GMIM yang meliputi atribut umum berupa lambang GMIM, stempel, lonceng gereja, papan nama dan surat-surat gerejawi. Sementara atribut ibadah seperti pakaian jabatan, stola, kain mimbar dan perlengkapan sakramen. Serta atribut lain-lain seperti lambang khusus Kompelka Pria/Kaum Bapa (P/KB), Wanita/Kaum Ibu (W/KI), Pemuda, Remaja dan Anak.

Dimana ada juga hal-hal yang perlu diperhatikan sesuai dengan keputusan Sidang Majelis Sinode Tahunan ke-25 Tahun 2012 di Ratatotok seperti penggunaan toga ungu tua oleh para pendeta dalam memimpin ibadah dalam enam minggu sengsara. Demikian juga dengan stola warna merah dengan salib warna kuning yang juga dapat dipakaikan kepada anggota sidi jemaat dalam memimpin ibadah serta penanggalan stola Pelsus karena alasan tertentu seperti meninggal atau diberhentikan dengan alasan tertentu.
Dimana untuk penanggalan stola diatur khusus bagi Syamas dan Penatua yang masih aktif, saat meninggal dunia maka stola diletakan di atas jenazah. Sebelum peti ditutup diambil kembali oleh keluarga dan diserahkan kepada BPMJ setempat dalam ibadah pemakaman. Penggunaan stola dan kain mimbar itu sendiri diatur menurut tahun gereja seperti Minggu-minggu Adven, Minggu-minggu Natal, Minggu-minggu sesudah Epifani, Minggu-minggu Sengsara, Jumat Agung, Paskah, Minggu-minggu Paskah, Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, Pentakosta serta Minggu-minggu sesudah Pentakosta.     
Mengenai pembuatan dan pengedaran atribut ini, terang Pdt Sumakul harus sesuai izin BPMS, khusus kegiatan menciptakan desain atribut hanya dilakukan BPMS. “Semoga ini boleh diketahui dan akan semakin mendewasakan GMIM dalam menata dan mengatur pelaksanaan ibadah-ibadah jemaat serta administrasi pelayanan,” uarinya.(gra)

Add comment


Security code
Refresh

Written by Opex

News Most Viewed

353 CJH Sulut Dilepas, ...

Manado, KOMENTAR - Gubernur Sulut SH ...

ARTI SEBUAH KEMERDEKAAN ...

Baru-baru ini bangsa Indonesia merayakan ...

Aspirasikan Pilkada ...

Manado, KOMENTAR - Sikap tegas Walikota ...

Gubernur Dukung ...

 


Manado, KOMENTAR - Gubernur Sulut Dr ...

Program Induksi Siapkan ...

Manado, KOMENTAR - Sejumlah tenaga pendidik ...

Dewan KEK sudah ada ...

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung sudah ...

Locations

  • Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  
  • (0431) 879799

Gallery

      DAS KOTOR: Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan melakukan pemantauan ke DAS Tondano di Kecamatan Sario, kemarin. Dalam pemantauan, wawali menemukan tumpukan sampah di areal DAS tersebut. Belakangan, wawali semakin intens turun lapangan untuk memantau kebersihan dalam rangka penilaian tahap pertama Adipura. Sedangkan Camat Sario diminta lebih pro aktif memantau sektor kebersihan dan keamanan wilayah.(*)