Pause
  • 1

  • 2

  • 3

  • 4

  • 5

  • 6

  • 7

 


Jakarta, KOMENTAR - Meski Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) akhirnya memutus adanya sejumlah pelanggaran terhadap kode etik selama pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres), namun tak mempengaruhi Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menolak seluruh gugatan yang diajukan pihak Probowo, yang sekaligus menjadikan Jokowi sebagai presiden ke 7 di republik ini.
Sebagaimana diketahui bahwa beberapa jam sebelum MK menjatuhkan putusannya, Kamis (21/08) kemarin, DKPP telah menyelesaikan tugasnya antara lain memberikan sanksi terhadap sejumlah anggota penyelenggara pemilu yang dianggap terbukti melanggar kode etik.
Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie dan empat anggota DKPP lainnya memutus memberhentikan sembilan orang anggota KPU dan Bawaslu/Panwaslu dan memberikan sanksi teguran untuk 30 anggota lainnya.
Sembilan orang yang diberhentikan adalah lima orang anggota KPU Kabupaten Dogiai, Papua, 2 orang anggota KPU Serang, Banten dan dua orang anggota KPU Banyuwangi, Jawa Timur.
Sementara itu, di antara 30 orang yang mendapat teguran adalah Ketua KPU Husni Kamil Manik dan Ketua Bawaslu Muhammad. Dalam beberapa aduan, keduanya dianggap terbukti melanggar kode etik dalam kadar yang ringan.
Selain pihak-pihak tersebut, DKPP memutuskan 20 orang tidak terbukti melanggar. Untuk mereka, Jimly memutuskan adanya rehabilitasi.       
Secara khsusu, Jimly menyampaikan, memberikan pujian kepada Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay dan anggota Panwaslu Sukoharjo Subakti. Selain tidak terbukti melanggar, keduanya dipuji karena menunjukkan integritas dalam menjalankan tugasnya.
Menanggapi hal tersebut, Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay menyatakan rasa sukurnya. “Kami terima putusan ini dengan baik. Kamin terima dan hormati keputusan DKPP,” ujarnya.
Sementara itu, Mahkamah Konstitusi dalam putusannya menolak seluruh gugatan yang diajukam kubu Prabowo-Hatta. Putusan dibacakan oleh Ketua MK Hamdan Zoelva.
Mahkamah menilai dalil tim Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terkait dengan sejumlah permasalahan, seperti di DKI Jakarta, tak terbukti dan tak beralasan secara hukum. Pertimbangan tersebut disampaikan hakim konstitusi Aswanto dalam sidang putusan perselisihan hasil pemilu presiden di Mahkamah Konstitusi kemarin.
Soal tuduhan penyalahgunaan daftar pemilih khusus tambahan (DPKTb), kata Aswanto, pemohon tak punya cukup bukti yang meyakinkan bahwa DPKTb tersebut direkayasa KPU untuk memenangkan kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla. “Pemilih dalam DPKTb tak ketahuan milih yang mana, belum tentu hanya menguntungkan pihak terkait,” ujar Aswanto.
Tuduhan tak dilaksanakannya rekomendasi Bawaslu di sekitar 5.000 tempat pemungutan suara, menurut Aswanto, tak terdapat lampiran TPS mana saja yang direkomendasikan untuk dilakukan pencermatan. “Berdasarkan dokumen bukti, tak ada keberatan saksi di tingkat kabupaten/kota,” katanya.
Menyikapi putusan MK tersebut, koalisi Merah Putih menyatakan bisa menerima putusan MK tersebut meski belum tentu benar. Mereka pun menyatakan tetap solid. Koalisi Merah Putih berkomitmen akan mengawasi pemerintahan Jokowi-JK sebagai penyeimbang.
“Kami akan mengawasi pemerintahan sebagai kekuatan penyeimbang, dengan demikian itu akan memastikan sistem check and balances berjalan dengan baik,” kata Juru bicara Koalisi Merah Putih, Tantowi Yahya, dalam konferensi pers di Hotel Hyatt.
Dalam jumpas Pers yang tak dihadiri pasangan Prabowo-Hatta dan ketua-ketua partai koalisi ini, Tantowi lantas mengucapkan selamat kepada pendukung Prabowo-Hatta yang telah berjuang bersama. “Perjuangan tetap kami lanjutkan untuk kebangkitan Indonesia. Kita tidak akan membiarkan satu detikpun perjuangan pendiri bangsa dikhianati. Kita harus merdeka dan berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata Tantowi.
“Kita akan berjuang untuk itu Indonesia, tidak kenal lelah, tanpa menyerah, dan tanpa berhenti daripada tunduk dan didikte bangsa lain,” pungkasnya.
Di pihak lain, kubu Jokowi-JK juga menggelar jumpa pers. Presiden terpilih, Joko Widodo memberikan apresiasi tinggi pada Mahkamah Konstitusi dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu atas kerja mereka selama ini. Putusan kedua institusi tersebut dianggap transparan dan profesional.
Jokowi bersama JK menggelar jumpa pers di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat. Berbatik cokelat, Jokowi membuka sambutannya dengan pujian terhadap MK. “Saya dan Pak JK, sangat menghargai dan mengapresiasi kerja dari Mahkmah konsitusi dan DKPP, yang telah bekerja terbuka transapan dan profesional,” kata Jokowi.
Dengan keputusan tersebut, kini Jokowi-JK bisa fokus merencanakan pemerintahan baru. “Terima kasih semuanya,” imbuhnya.(dtc/tmp)

 


Jakarta, KOMENTAR - Mahkamah Konstitusi (MK) akan menjatuhkan putusan sengketa Pemilihan Presiden 2014, Kamis (21/08) hari. Situasi ini membuat Ibukota Jakarta siaga 1, berkaitan banyaknya pengerahan massa dari pendukung pasangan calon yang akan melakukan aksi demo.
Yang menarik, suasana tegang menunggu putusan MK ini membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membatalkan agenda penerbangan keluar daerah.
SBY rencananya akan melakukan rencana kunjungan kerjanya ke Sorong, Papua, Kamis (21/08) hari ini. Berturut-turut, SBY juga akan dijadwalkan ke Raja Ampat, Dili serta Bali untuk menghadiri acara global forum.
Namun SBY dipastikan tetap di Jakarta untuk memantau putusan yang dikeluarkan sembilan hakim konstitusi tersebut. “Sebagai kepala negara, beliau memantau,” ujar Mendagri Gamawan Fauzi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (20/08) kemarin.
SBY meminta masyarakat menerima hasil putusan Mahkamah Konstitusi terkait dengan sengketa hasil pemilihan umum presiden yang akan dibacakan pada Kamis, 21 Agustus 2014. SBY juga sudah menginstruksikan kepada kepolisian dan TNI untuk mengawal dan menjaga keamanan saat pembacaan putusan.
“Saya kira semua instruksi masih dijalankan,” ujar Juru Bicara Presiden SBY, Julian Aldrin Pasha, Rabu, 20 Agustus 2014.  SBY sangat berharap masyarakat dapat turut serta dalam menjaga keamanan saat dan setelah pembacaan putusan. Ia berharap tak ada perilaku dan tindakan masyarakat yang justru kontraproduktif terhadap kondisi pemilu presiden yang sudah kondusif hingga hari ini.
Sementara itu, Kepala Polisi Jenderal Sutarman mengatakan ada pengerahan massa dari berbagai elemen untuk datang ke Jakarta saat keputusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa Pemilihan Presiden 2014 dibacakan.
“Termasuk dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan Bali,” kata Sutarman di Istana Negara, Jakarta, Rabu 20 Agus tus 2014.
Meski massa yang akan datang tidak banyak, kepolisian tetap akan siap siaga. “Panglima juga siap,” ujar dia. Sutarman mengimbau agar massa tak berbuat anarki. Demo diperbolehkan tapi tak boleh anarki.
Markas Kepolisian Republik Indonesia telah menyatakan status Siaga I jelang keputusan sengketa pemilihan presiden 2014 di Mahkamah Konstitusi (MK). Tak sedikit masyarakat merasa takut dan khawatir akan terjadi kekacauan ketika MK telah memutuskan hasilnya.
Terkait hal itu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Ronny Frangky Sompie menjelaskan perihal status Siaga I tersebut. Menurut Ronny status itu hanya berlaku dalam tubuh atau internal kepolisian saja.
“Parameternya adalah kesiapan kami mensiagakan dua pertiga kuat personel untuk mengamankan jalannya sidang di MK,” ujar Ronny saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (20/08) kemarin.
Oleh karena itu, Ronny mengimbau agar masyarakat Indonesia pada umumnya tidak risau pada sidang tersebut. “Jadi siaga I di polisi bukan masyarakat,” tegas dia.
Masyarakat, kata Ronny tetap boleh atau diperkenankan menjalani aktivitas seperti biasa. Bahkan untuk menciptakan suasana yang aman dan jauh dari kekhawatiran, Polri dan TNI siap menjamin keamanan situasi dan kondisi.
Pengamanan yang dilakukan Polri ini merupakan bagian dari Operasi Mantap Brata Polri, untuk mencegah gangguan selama pilpres 2014 berlangsung.
Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Moeldoko juga telah mengirim 23 ribu personilnya untuk membantu kepolisian mengamankan Jakarta. “Ada 23 ribu (personel) yang saya BKO-kan (Bawah Kendali Operasi) kepada Kapolri. Tetapi, kami juga memiliki kekuatan yang cukup besar untuk disiagakan,” kata Moeldoko di Istana Negara, Jakarta, Rabu 20 Agustus 2014.
Panglima juga akan menggelar apel besar. Tujuannya, untuk mengamankan sektor-sektor yang masih belum bisa diamankan dengan baik.
Contohnya pada sektor publik di sentra-sentra ekonomi dan kawasan-kawasan lainnya. “Kita akan menyiapkan backup untuk kepolisian bagi penutupan daerah-daerah tersebut. Sehingga semuanya menjadi perhatian kita,” ujarnya.
Panglima juga mendapat laporan dari Kapolri bahwa akan ada massa yang besar dari Jawa Barat menuju Jakarta. “Ya tadi sudah disampaikan oleh Pak Kapolri, ada. Saya kenal itu semuanya,” jelas Moeldoko.
Tak hanya di Jakarta, TNI juga akan memantau langsung situasi di daerah dengan menggelar telekonferensi dengan para Pangdam. “Semuanya pada posisi siap semua,” ungkapnya.
Besok, TNI menurut Moeldoko akan berjaga di ring 3. Tapi jika diperlukan TNI juga akan masuk ke ring 1. Moeldoko juga mengimbau agar demonstrasi yang selama ini sudah berjalan baik agar tetap dipertahankan. “Jangan coba-coba melakukan tindakan yang merusak. Gitu ya. Kita akan bertindak keras,” tegasnya.(inc/vvc)

 


Jakarta, KOMENTAR - Pelajar SMAN 1 Tahuna, Juana Gita Medinnas, menjadi titik sorot seluruh rakyat Indonesia di depan layar kaca, ketika siswi cantik ini membawa baki bendera pusaka pada Upacara Detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (17/08) kemarin. Juana pun dengan mantap menunaikan tugasnya dengan baik dan mantap.
Lalu bagaimana perasaan Juana ketika dirinya diberikan mandat sebagai pembawa baki bendera pusaka, sekaligus berhadapan langsung dengan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)? Ketika diwawancarai wartawan, dia mengaku ka
get setengah mati ketika mendapatkan kepercayaan yang tak akan pernah dilupakannya seumur hidup itu. Dia juga mengaku bangga karena sudah melaksanakan tugas mulia.
“Saya sih senang banget dipercayain untuk bawa baki dan ambil baki, jadi paskibraka aja sudah seneng banget. Itu kan tugas yang mulia. Apalagi bisa dipercayain bawa baki,” ujarnya usai upacara, Jakarta, Minggu (17/08). Perwakilan dari Sulawesi Utara ini pun mengakui, sempat tidak percaya diri saat berhadapan langsung dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun meski jantungnya berdetak kencang, dia tetap berusaha mengendalikan emosinya. Apalagi aksinya itu disaksikan langsung oleh masyarakat di seluruh Indonesia.
“Rasanya seakan tidak percaya bisa berhadapan dengan orang nomor satu (Presiden) di Indonesia. Rasanya agak deg-degkan, tapi saya sok-sok santai aja, anggap saja latihan,” akunya.
Juana sendiri mengatakan, ingin menjadi anggota Paskibraka sejak SMP. Namun impiannya itu hampir kandas lantaran saat mendaftar, serta banyak persyaratan yang harus dipenuhinya. “Waktu itu pernah, seleksinya sudah di tingkat nasional, tapi berkas ada yang belum lengkap, terus kita urus sampai jam 1 malam di dispora. Saya capek, tapi kata ibu saya harus berusaha. Ibu bilang tinggal selangkah lagi ke istana,” kisahnya.
Berkat dukungan dan semangat yang diberikan kedua orang tuanya, Juana akhirnya tetap berusaha untuk meraih impiannya agar terpilih menjadi anggota paskibraka di Istana. Berkat itu pula, dia pun terpilih, bahkan berhadapan langsung dengan SBY di atas podium.
“Orang tua bilang harus banggain propinsi dan banggain orang tua juga. Mereka selalu kasih motivasi, tidak boleh nyerah dalam seleksi dan harus tetap tersenyum,” jelasnya.
Usai menjalani tugas-tugasnya sebagai pembawa baki, Juana mengaku menyimpan bercita-cita ingin menjadi seorang polisi. Jika itu tak terjadi, dia berniat melanjutkan sekolahnya ke IPDN. “Kalau tidak Akpol ya IPDN, keliatannya mereka keren-keren banget. Misalnya polwan kan kelihatan kalau jadi polisi enggak cuma laki saja. Perempuan juga bisa mandiri,” cerita dia.
Dari pengalaman ini, Juana berpesan, agar perjuangan harus terus dilakukan, jangan sampai putus asa. Juana juga mengingatkan agar anak muda cinta tanah airnya. “Ya untuk generasi berikutnya supaya ditingkatkan nasionalismenya, cinta tanah airnya. Enggak kayak di tv itu yang cuma tawuran, narkoba, menurut saya lebih berprestasi dan ditingkatkan prestasinya,” jelasnya.
Juan, pelajar terbaik asal SMAN 1 Tahuna ini dilahirkan di Tomohon 20 Juni 1998. Menariknya, selain Juana, juga ada tiga siswa utusan Sulut yang masuk dalam barisan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), masing-masing Franklin Ch Natingkase dari SMA Negeri 1 Tahuna, Anggia Tesalonika Chloer, siswa SMA Kristen Eben Haezar Manado dan Aaron Mandagi, siswa SMA Negeri 1 Airmadidi.
Atas prestasi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Propinsi Sulut, Asiano Gammy Kawatu SE MSi mengatakan bahwa peran Juana sebagai pembawa baki bendera Merah Putih, sangat diapresiasi. “Tugas yang diemban Juana sebagai pembawa baki pada upcara peringatan Detik-detik Proklamasi di Istana, sangat-sangat membaggakan. Ini membuktikan bahwa siswa asal Sulut mampu menjadi yang terbaik di antara puluhan siswa lainnya dari 33 propinsi,” ungkap Kawatu sembari menambahkan bahwa hal yang sama juga disampaikan Gubernur Sulut, Dr Sinyo Harry Sarundajang. “Pak Gubernur juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang luar biasa,” tukasnya.
Di samping itu, atas apa yang telah ditunjukkan Juana, diharapkan Kawatu dapat menjadi aspirasi bagi siswa yang lainnya. “Ini adalah bentuk kemajuan pendidikan yang ada di daerah ini. Karena dapat menghasilkan siswa-siswa berprestasi,” tandasnya.(sbr/eda)


Manado, KOMENTAR - Sistem Computer Assisted Test (CAT) yang diterapkan Pemkab Minahasa Tenggara (Mutra) dalam seleksi penerimaan CPNS jalur umum, mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat. Pasalnya, Mitra menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Sulut, Gorontalo dan Maluku Utara yang berani menerapkan sistem tersebut. “Dari banyak kabupaten/kota di Indonesia, hanya segelintir saja yang berani menerapkan sistem CAT. Dari yang sedikit itu, salah satunya adalah Mitra yang bahkan satu-satunya daerah tingkat II dari tiga propinsi,” kata Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Drs Eko Sutrisno MSi, Senin (19/05) kemarin.


Manado, KOMENTAR - Pelaksanaan  World Coral Reef Conference (WCRC) di Manado 13-16 Mei 2014, sukses melahirkan  “Manado Komunike” sebagai bentuk kesepakatan bersama dari enam negara yang tergabung dalam Coral Triangle Initiative (CTI) untuk secara bersama-sama mengembangkan potensi pembangunan dengan tetap menjaga dan memelihara  kelestarian dan keseimbangan lingkungan.


Manado, KOMENTAR - Senin (19/05) ini, sebanyak 44.577 siswa Sekolah Dasar (SD)/MTs se-Sulut bakal mengikuti ujian. Menariknya, sebutan ujian untuk siswa SD ini adalah Ujian Sekolah (US) bukannya Ujian Nasional (UN) sebagaimana siswa SMA dan SMP. Kepala Dinas Paendidikan Nasional (Diknas) Propinsi Sulut, Asiano Gammy Kawatu SE MSi didampingi Sekretaris Diknas Propinsi Sulut, Christian Sumampow SH Med mengatakan, sebenarnya standar pelaksanaan ujian SD setara UN, dengan perbandingan soal 30 persen disiapkan pusat dan 70 persen disiapkan daerah.


Manado, KOMENTAR - Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono didampingi istri Ibu Herawati Boediono beserta rombongan, Kamis (15/05) kemarin, sekitar pukul 17.25 WITA, tiba di Bandara Samratulangi Manado dengan menumpang pesawat TNI-AU.  Kedatangan wapres langsung disambut Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang beserta istri Ibu Deetje Sarundajang Laoh-Tambuwun di VIP Pemprop Bandara Samratulangi. Turut mendampingi gubernur, nampak hadir Wagub Sulut Djouhari Kansil, Sekprop Sulut Siswa Rachmat Mokodongan dan unsur Forkopimda Sulut bersama sejumlah pejabat eselon II Pemprop lainnya.

Top News

Lastest headlines:
22/08 Warga Kecewa Sulit Buka Situs Pendaftaran CPNS - ' Manado, KOMENTAR - Banyak masyarakat Sulawesi Utara yang ingin mendaftarkan diri secara online untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dibuat kecewa. Pasalnya, mereka tidak bisa membuka situs resmi pendaftaran CPNS tahun 2014 dengan alamat http://panselnas.menpan.go.id.“Katanya kami ...
22/08 PG Aklamasi SVR ke Pimpinan Dewan - 'Manado, KOMENTAR - Posisi Stefanus Vreeke Runtu (SVR) sebagai Ketua DPD I PG Sulut bakal mulus menjadi pimpinan DPRD Sulut. Hal tersebut tampak saat partai ini melakukan rapat dalam rangka penentuan pimpinan DPRD mendatang. SVR sendiri ditetapkan lewat proses aklamasi.Hanya saja, sebagaimana ...
22/08 Untuk korban bencana alam, terancam mubazir - 3.000 Gas LPG ‘Tatono’ di Kantor Gubernur - 'Manado, KOMENTAR - Sedikitnya 3.000 tabung gas LPG (elpiji) yang berada di gudang kantor Gubernur Sulut, Kamis (21/08) kemarin terlihat mulai menyusut alias kehabisan gas. Padahal gas LPG  itu harusnya sudah disalurkan kepada para korban bencana alam. Ironinya, keberadaan gas LPG di Kantor Gubernur ...
21/08 Lolos Anggota DPR RI, Mangindaan Cs Harus Mundur - 'JURU Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, mengatakan tujuh menteri yang lolos menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2014-2019 harus mengundurkan diri sebelum pelantikan. Namun, hingga saat ini, Kementerian Sekretaris Negara belum menerima surat pengunduran diri para menteri. “Secara ...
20/08 Jelang putusan MK, 10 Polda diperbantukan ke ibukota - 20 Ribu Brimob Siaga di Jakarta - '   Jakarta, KOMENTAR - Menjelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilpres 21 Agustus esok, Mabes Polri mengerahkan lebih kurang 20 ribu personelnya untuk mengamankan ibukota. Puluhan ribu personel Brimob itu berasal dari 10 Polda di luar Jakarta. “Ke-10 Polda itu, lima dari Jawa ...
18/08 Bendera Naik Setengah Tiang, Dandim Minta Maaf - '   Gorontalo, KOMENTAR - Upacara memperingati Hari Ulang tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-69 di Propinsi Gorontalo Minggu (17/08) kemarin, diwarnai insiden yang cukup fatal. Pasalnya, bendera merah-putih yang digerek paskibra (pasukan pengibar bendera) tidak sampai puncak tiang. Kejadian ...
18/08 4 mahasiswi Unima dilepas Gubernur - Siap Kibarkan Bendera Merah-Putih di Kilimanjaro - '   Manado, KOMENTAR - Momentum Kemerdekaan RI ke-69 yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur, Minggu (17/08) kemarin, diwarnai pelepasan empat mahasiswi dari putri pecinta Alam Aesthetica Fakultas Bahasa dan seni Universitas Negeri Manado (Unima), untuk mengikuti the First Indonesian ...
20/05 SMA Tompaso, SMK Ratahan Teratas di UN - 'Manado, KOMENTAR - Capaian hasil Ujian Nasional (UN) jenjang SMA/SMK dan MA yang dilaksanakan 16-19 April 2014 lalu, membuahkan hasil maksimal, dengan persentase kelulusan jenjang SMA/MA sebesar 99,70 persen dan jenjang SMK sebesar 99,92 persen atau mengalami kenaikan cukup signifikan dari tahun ...
19/05 IOTA ‘’Siladen Island” Jaring 3.500 Partisipan dari 200 Negara - '   DI sela-sela pelaksanaan World Coral Reef Conference (WCRC) 2014 yang dilaksanakan di Sulawesi Utara, sebuah tim yang terdiri dari 14 anggota ORARI (Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia) daerah Sulut sukses menggelar ekspedisi dx-ing dari Pulau Siladen, Kecamatan Bunaken. Hebatnya ...
16/05 Polres Bolmong Bongkar Gudang Miras - 'Kotamobagu, KOMENTAR - Tidak kurang dari 96 kantong plastik berisi minuman keras (miras) jenis cap tikus kisaran 10-15 liter per kantong, berhasil disita Satuan Reserse Kriminal (SatReskrim) Polres Bolmong dari dua gudang penyimpanan milik dua kios besar di Jalan S Parman Kelurahan Kotamobagu, Rabu ...
Hide Main content block

Agama

Pesparawi antar denominasi gereja dibuka - ...
Manado, KOMENTAR  - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulut, Drs Syaban Mauluddin MPdI menyatakan bahwa ... More info...

Manado

Puskesmas Layani Pemeriksaan HIV
Manado, KOMENTAR  - Pemerintah Kota Manado terus meningkatkan performa pelayanan di bidang kesehatan. Kali ini terobosan yang ... More info...
Center 13

Politik

APBD-P Bakal Pro Legislator, Bukan Pro Rakyat
Manado, KOMENTAR - Ketua Gerakan Siswa Kristen Indonesia (GSKI) Sulut Sandy Lantang mengatakan pembahasan Badan Anggaran (Banggar) dan ... More info...

Ekonomi

Uang Tidak Layak Edar Meningkat Drastis!
UANG tak layak edar di Sulut meningkat cukup drastis dalam beberapa bulan terakhir. Pada kuartal I tahun 2014, uang tak layak edar  ... More info...
Epe Bersaksi di Sidang ...

Manado, KOMENTARMantan ...

Lima Saksi Diperiksa, ...

Manado, KOMENTAR ...

Operasi Hiburan Malam, ...

Manado, KOMENTAR Bulan ...

Polda Telusuri Aksi ...

Manado, KOMENTAR - ...

0,14 Persen ...

  Tercatat ...

1.167 Tenaga Kesehatan ...

Manado, KOMENTAR ...

10 Januari, Oknum Kadis ...

Manado, KOMENTAR - ...

103 Tahanan Rutan Manado ...

Manado, KOMENTAR - ...

Locations

  • Kompleks Ruko Megamas, Blok IB No. 38, Manado
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  
  • (0431) 879799

Gallery

      DAS KOTOR: Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan melakukan pemantauan ke DAS Tondano di Kecamatan Sario, kemarin. Dalam pemantauan, wawali menemukan tumpukan sampah di areal DAS tersebut. Belakangan, wawali semakin intens turun lapangan untuk memantau kebersihan dalam rangka penilaian tahap pertama Adipura. Sedangkan Camat Sario diminta lebih pro aktif memantau sektor kebersihan dan keamanan wilayah.(*)