Jakarta, KOMENTAR - Bisnis Aiptu Labora Sitorus yang kini dijuluki “polisi konglomerat” asal Papua, ternyata bukan hanya di bidang kayu dan BBM ilegal saja. Malah bisnis awal yang dilakoni Sitorus adalah menjadi pemasok captikus. Jaringannya dari Manado yang dijualnya di tanah Papua. Itu dilakukannya sejak tahun 1990 silam.
Sitorus mengimpor captikus dari Manado, Sulawesi Utara, ke Sorong. Sebotol captikus di Manado dibelinya dengan harga Rp 3.000 pada waktu itu. Kemudian diangkut lewat kapal, di lapak-lapak Sorong harganya jadi Rp 20 ribu per botol. Dari bisnis ini, bapak lima anak itu mulai menimbun kekayaannya.
Saking sibuk mengurusi bisnis, pada tahun 2000-an, Sitorus tak pernah terlihat di kantornya. Baik saat dia bertugas di Polres Sorong maupun setelah dipindahkan ke Polres hasil pemekaran, Raja Ampat, pada 2006. Ia pernah mengajukan surat pengunduran diri dari kepolisian, tapi ditolak.
Mimika, KOMENTAR - Dua warga berdarah kawanua, Victoria Sanger dan Frelthon Wantalangi yang terkubur di terowongan pertambangan PT Freeport Indonesia, akhirnya ditemukan dan berhasil dievakuasi. Sayangnya, mereka sudah tidak bernyawa lagi. Sanger sudah diterbangkan ke keluarganya yang tinggal di Toraja, sedangkan jasad Frelthon direncanakan dibawa ke Tondano, hari ini dengan menggunakan pesawat.
Ditemukannya Sanger dan Wantalangi menambah daftar korban tewas dalam musibah runtuhnya tambang bawah tanah Bog Gossan di Papua menjadi 17 orang. Hal ini dibenarkan pihak PT Freeport Indonesia (PTFI). Informasi yang diperoleh Komentar, Sanger ditemukan Minggu (19/05), sedangkan Wantalangi baru ditemukan Senin (20/05) siang kemarin.
Jakarta, KOMENTAR - Dua warga Sulut yakni Frelton ‘Eton’ Wantalangi dan Victoria Sanger bersama 21 rekannya dilaporkan masih terjebak dalam runtuhan tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia di Papua, Minggu (19/05). Ironinya, detak jantung Eton dkk kini tidak terdengar lagi sebagaimana deteksi yang dilakukan ahli dengan menggunakan peralatan canggih.
General Manager Pertambangan Freeport Indonesia Nurhadi Sabirin mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan ahli dan peralatan pertambangan kelas dunia untuk menangani runtuhan tambang tersebut.
“Kami mempunyai ahli dan peralatan kelas dunia untuk mencoba menyelesaikan masalah ini secepat mungkin,’’ kata Nurhadi dalam siaran pers, Sabtu (18/05).
Pihaknya telah menggunakan sebuah alat berupa Lifepak 3 yang bisa mendeteksi getaran jantung manusia untuk mendeteksi korban yang masih terperangkap. Namun disayangkan, dari deteksi alat tersebut, detak jantung para korban yang telah terperangkap selama 72 jam lebih, sudah tidak terdengar lagi.
Jakarta, KOMENTAR - Oknum polisi berpangkat rendah namun berpenghasilan konglomerat, Aiptu Labora Sitorus akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pidana pencuian uang oleh Mabes Polri. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar menyatakan, penetapan tersangka itu diikuti dengan penahanan Sitorus.
Meski begitu, Boy belum mau menyebutkan nilai pencucian uang oleh anggota Kepolisian Resor Raja Ampat, Papua, itu.
“Hari ini (kemarin, red) Aiptu LS resmi ditahan di Rumah Tahanan Badan Reserse dan Kriminal Polri,” kata Boy, Minggu (19/05). “LS dijerat dengan Pasal 3, 4, 5, dan 6 Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang.”
Hasil pleno rekapitulasi suara Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bolmong Utara (Bolmut), Kamis (16/05) kemarin, menetapkan pasangan nomor urut satu, Depri Pontoh-Suriansyah Korompot sebagai juara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) setempat, 8 Mei lalu.
Pasangan Depri Pontoh-Suriansyah Korompot, dalam rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat kabupaten, meraih 17.776 suara atau unggul 1.736 di atas pesaingnya pasangan nomor urut empat Hamdan Datunsolang-Farid Lauma yang berhasil meraup suara sebanyak 16.040 suara.
Sementara pasangan nomor urut dua, Hamka-Felix Ady Mende, bertengger di posisi akhir dengan raihan suara sebanyak 861. Sedangkan pasangan nomor urut tiga, Karel Bangko-Muh Irianto Ch Buhang, berhasil memperoleh suara dengan jumlah 11.692.
Tondano, KOMENTAR - Nasib Frelton ‘Eton’ Wantalangi, salah satu pekerja Underground MTC asal Sulut yang sudah tiga hari ini terjebak longsor terowongan fasilitas training di Big Gosan, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua belum diketahui.
Namun demikian, pihak keluarga besarnya yang tinggal di Kelurahan Papakelan dan di Perumahan Werot Papakelan tetap merasa optimis jika anak mereka masih hidup.
Selang tiga hari pasca mendapat kabar bencana, mereka terus memanjatkan doa meminta adanya mujizat dari Tuhan untuk keselamatan anak mereka yang saat ini terjebaj longsor.
Jakarta, KOMENTAR - Pimpinan DPR RI dalam pertemuannya dengan Presiden SBY, kemarin (13/05), membahas khusus soal kenaikan BBM bersubsidi. Pemerintah sendiri berencana menaikkan bensin premium menjadi Rp 6.500/liter dan solar Rp 5.500/liter. Kebijakan ini bakal menghemat subsidi Rp 40 triliun. Estimasi penghematan ini dibenarkan Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Bambang Brodjonegoro,
“Sekitar itu Rp 30 triliun sampai Rp 40 triliun,” ungkap Brodjonegoro di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (13/05). Capaian tersebut tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan kenaikan merata premium dan solar menjadi Rp 6.000. Jika keduanya naik menjadi Rp 6.500, maka pengematan yang didapatkan sebesar Rp 50 triliun.
Bambang menilai, beban subsidi tentunya dapat lebih berkurang dengan kenaikan harga ini. Sebab konsumsi premium yang besar dapat dikendalikan dengan kenaikan harga sebesar Rp 2.000/liter. “Justru lebih bagus. Karena beban kurang subsidi lebih besar, karena kan premiumnya naik Rp 2.000, volumenya lebih besar. Solarnya naik lebih kecil konsumsinya, sepertiga atau setengahnya. Otomatis pengurangan subsidi lebih besar,” pungkasnya. Rencana kenaikkan ini mendapat dukungan kalangan pengusaha.